Tahun Baru, Pelatih Arsenal Unai Emery Didenda Usai Tendang Botol

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unai Emery. AP/Alberto Saiz

    Unai Emery. AP/Alberto Saiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Sepak Bola Inggris, FA, menjatuhkan denda kepada pelatih Arsenal, Unai Emery, sebesar 8.000 poundsterling atau sekitar Rp 147 juta setelah dia menendang sebotol plastik air kemasan ke kerumunan penonton. Kejadian itu berlangsung ketika pertandingan melawan Brighton berkesudahan 1-1 pada 26 Desember 2018.

    Ulah pria 47 tahun asal Spanyol di Stadion Amex tersebut, menurut laporan media di Inggris, dianggap tak pantas dilakukan meskipun Emery buru-buru meminta maaf usai insiden tendangan botol.

    "Emery menerima hukuman denda yang dijatuhkan kepadanya," bunyi pernyataan FA, Senin 31 Desember 2018, sebagaimana dilaporkan situs TSN. "Aksi itu dilakukan oleh Emery saat timnya melawan Brighton pada 26 Desember 2018."

    Emery, yang timnya digasak 5-1 oleh Liverpool pada laga Sabtu pekan lalu, juga mendapatkan hukuman tidak boleh berada di dalam kotak pelatih untuk mendampingi pemainnya di lapangan. Dia baru bebas hukuman ketika Arsenal berlaga melawan Fulham pada Tahun Baru 2019.

    Sejumlah pihak mengatakan, aksi tendang botol oleh Emery itu bisa dipahami setelah pemain Brighton, Jurgen Locadia, menggagalkan kemenangan timnya melalui gol pembuka Pierre-Emerick Aubameyang.

    Dari hasil tersebut, Arsenal harus terlempar dari empat besar Liga Primer dan berada di posisi kelima dengan nilai 38 dari 19 kali bertanding, sementara lawannya, Brighton di posisi 13 dari 19 kali bermain.

    Bagi Arsenal, terlempar dari posisi keempat besar sangat mengecewakan. Sebab peluang Gunner menjadi peserta Liga Champions sangat tipis. Rasa frustasi tersebut dilampiaskan Emery ke pendukung Brighton dengan cara menendang botol air kemasan ke arah mereka. Namun pelatih asal Spanyol itu buru-buru meminta maaf.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.