Persija Perkenalkan Penata Serangan Yang Baru dari Brasil

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Persija Marko Simic berebut bola dengan pesepak bola Mitra Kukar FC Mauricio pada pertandingan laga terakhir Gojek Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta 9 Desember 2018. Persija berhasil menjadi juara Gojek Liga 1 setelah berhasil mengalahkan Mitra Kukar FC di laga terakhir dengan skor 2-1 dengan torehan poin sebanyak 62 poin. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Pesepak bola Persija Marko Simic berebut bola dengan pesepak bola Mitra Kukar FC Mauricio pada pertandingan laga terakhir Gojek Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta 9 Desember 2018. Persija berhasil menjadi juara Gojek Liga 1 setelah berhasil mengalahkan Mitra Kukar FC di laga terakhir dengan skor 2-1 dengan torehan poin sebanyak 62 poin. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Persija tidak kesulitan mencari sosok pengganti Renan Da Silva. Sabtu, 5 Januari 2019, Persija sudah meresmikan perekrutan penata serangan asal Brasil, Bruno Matos.

    Pemain bernama lengkap Bruno Oliveira De Matos ini didatangkan dengan kontrak satu musim. Macan Kemayoran sebetulnya ingin mengontraknya dua tahun, tapi baru disepakati satu musim.

    Presiden Direktur Persija, Gede Widiade, mengatakan kalau jajarannya sudah mengikuti jejak Bruno Matos. Bahkan tidak hanya sekarang, tapi sudah beberapa waktu lalu.

    "Sejak tahun lalu di Malaysia sudah dilihat. Dia playmaker, bagus saat menguasai bola dan mengatur lapangan tengah," kata Gede Widiade.

    Bruno Matos diyakini menjadi jawaban yang benar atas kebutuhan tenaga di lini tengah. Khususnya otak permainan Persija. "Bruno Matos ini termasuk tipe free role, mampu bertahan dengan baik. Sama halnya ketika menyerang," tutur Gede Widiade.

    LIGA INDONESIA | PERSIJA.ID


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.