Dituduh Terlibat Match Setting, Persebaya Lakukan Langkah Hukum

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persebaya Surabaya. (Antara)

    Persebaya Surabaya. (Antara)

    TEMPO.CO, Surabaya - Manajemen Persebaya akan melakukan langkah hukum terhadap laporan investigasi Jawa Pos edisi hari ini yang menuduh Persebaya melakukan pengaturan pertandingan (match setting) saat melawan Kalteng Putra di Liga 2 2017.
     
    "Kami dari manajemen akan melakukan langkah hukum. Kalau secara jurnalistik mungkin akan mengadu ke Dewan Pers, tapi kalau ranah pidana bisa tempuh jalan lain," kata manajer Persebaya, Candra Wahyudi, Ahad, 6 Januari 2019.
     
    Candra, yang saat itu menjabat sebagai direktur tim, menegaskan secara resmi klub tidak pernah mengambil keputusan atau ada perintah untuk mengatur pertandingan. "Saya sudah tegaskan itu tidak ada," kata pria asal Bojonegoro tersebut.
     
    Menurut dia, Jawa Pos melakukan blunder dengan menulis cerita tersebut. "Memang Persebaya saat itu kalah 0-1 karena memang secara teknis kami kalah." Karena itu dalam waktu dekat pihaknya akan segara melakukan langkah hukum. 
     
    Laporan investigasi Jawa Pos berjudul "Green Force pun Terseret" menyebutkan siang hari sebelum pertandingan, Vigit Waluyo dan Cholid Goromah bertemu dengan ofisial Kalteng Putra di Vasa Hotel di Jalan HR Muhammad, Surabaya.
     
    Dalam pertemuan itu ada kesepakatan Persebaya akan kalah sehingga Kalteng Putra bisa lolos ke babak 8 besar Liga 2 sebagai juara grup C. Status juara grup akan membuat Kalteng bertemu PSMS Medan, klub yang berupaya dihindari Persebaya.
     
    Dalam negoisasi itu disepakati angka Rp 500 juta sebagai bonus kekalahan buat Persebaya. Versi lain menyebut Rp 650 juta. Malam setelah pertandingan, sumber Jawa Pos mendegar Vigit menelepon manajer Persebaya saat itu, Chairul Basalamah. 
     
    Menurut Budi Sudarsono, asisten pelatih Kalteng Putra saat itu, Vigit waktu itu memang mengawal Kalteng. "Sampai lawan Persebaya kan dia yang mengawal," katanya. Adapun Cholid membantah keterlibatannya dalam ofisial Persebaya, meski dia punya jabatan di PT Persebaya Indonesia.
     
    NUR HADI
     
     

     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.