Empat Komunitas Bonek Walk Out dalam Pertemuan dengan Persebaya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter Persebaya Surabaya. (persebaya.id)

    Suporter Persebaya Surabaya. (persebaya.id)

    TEMPO.CO, Surabaya - Empat perwakilan komunitas Bonek menyatakan walk out dalam pertemuan dengan manajemen Persebaya yang bertajuk "Meet The Presiden" di RM Nur Pacific, Jalan Adityawarman, Surabaya, Ahad, 6 Januari 2018.

    Mereka tidak puas dengan penjelasan manajemen Persebaya terkait dengan keterbukaan dalam proses transfer dan rekrutmen pemain, khususnya gagalnya memulangkan Andik Vermansyah dan Evan Dimas ke Persebaya.

    "Kami All tribun (Green Nord, Gate 21, Tribun Timur, Tribun Kidul) WALK OUT dalam pertemuan MEET THE PRESIDENT, karena sangat tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut," demikian rilis yang diterima Tempo, Ahad, 6 Januari 2018.

    Selain itu, menurut mereka yang mengklaim berasal dari perwakilan komunitas Bonek di semua tribun itu, manajemen maupun presiden klub Azrul Ananda tidak memenuhi poin-poin yang telah disepakati.

    Karena itu, mereka memutuskan untuk menghentikan semua jalur komunikasi dengan menajemen dan sinergitas antara Bonek dan manajemen. "Kami akan kembali ke ideologi supporter, mendukung dengan cara kami masing-masing."

    Dalam pangamatan Tempo, mereka yang terdiri dari belasan orang itu keluar dari tempat pertemuan sesaat setelah acara ditutup, tanpa ikut makan siang bersama. Mereka semua sepakat menolak diwawancarai.

    Manajer Persebaya, Candra Wahyudi, tak banyak komentar. "Aku ndak tahu kalau walk out," katanya seusai acara. Sebelumnya Candra maupun presiden klub enggan membeberkan ke Bonek proses transfer dan rekrutmen pemain.

    Manajemen Persebaya beralasan tak bisa memenuhi permintaan Bonek karena salah satunya menyangkut kontrak si pemain di klub lamanya. "Kami tentu tidak bisa mengungkap itu semua ke publik. Intinya manajemen sudah bergerak," kata Candra.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.