Disebut Terlibat Match Fixing, Persebaya Lapor ke Polrestabes Surabaya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persebaya Surabaya. (Antara)

    Persebaya Surabaya. (Antara)

    TEMPO.CO, Surabaya - Persebaya resmi melaporkan redaksi PT Jawa Pos ke Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya terkait pemberitaan yang menyebut Persebaya terlibat dalam pengaturan pertandingan saat melawan Kalteng Putra di Liga 2 2017.
     
    "Sejatinya Persebaya melawan mafia bola dan match fixing. Ini malah dicemarkan dengan berita miring. Sebagai warga negara, kami mengambil langkah melaporkan ke Polrestabes," kata kuasa hukum Persebaya, Yusron Marzuki, Senin, 7 Januari 2017.
     
    Persebaya melaporkan redaksi PT Jawa Pos atas berita berjudul "Green Force pun Terseret" edisi Ahad, 6 Januari 2019," dengan tudahan pencemaran nama baik dan fitnah. "Ini semua atas pemberitaan tidak benar Jawa Pos Minggu kemarin."
     
    Menurut Yusron, Jawa Pos telah memfitnah manajemen Persebaya serta mantan manajer saat itu, Chairul Basalamah, serta komisaris PT Persebaya, Cholid Goromah. "Langkah selanjutnya kami percayakan ke penyidik karena bola sudah ada di Polrestabes."
     
    Disinggung mengapa tidak melapor ke Dewan Pers, Yusron menganggap UU Pers tidak ada opsi seperti itu karena deliknya sudah selesai, sehingga tak harus menunggu mediasi. Dia mengklaim Persebaya juga tidak diberi kesempatan untuk memberikan hak jawab.
     
    Chairul Basalamah, yang ikut melapor bersama rombongan manajemen Persebaya, enggan memberikan klarifikasi. Dia menyerahkan masalah ini ke penyidik. "Saya tidak mau berkomentar karena ini sudah ranah hukum. Kita buktikan di kepolisian."
     
    Selain Chairul, Cholid juga ikut melapor bersama manajer tim, Candra Wahyudi. Cholid bersama Vigit Waluyo dalam laporan Jawa Pos disebutkan mendatangi hotel tempat ofisial dan pemain Kalteng Putra menginap pada siang hari sebelum laga.
     
    Dalam pertemuan itu ada kesepakatan Persebaya akan kalah sehingga Kalteng Putra bisa lolos ke babak 8 besar Liga 2 sebagai juara grup C. Status juara grup akan membuat Kalteng bertemu PSMS Medan, klub yang berupaya dihindari Persebaya.
     
    Dalam negoisasi itu disepakati angka Rp 500 juta sebagai bonus kekalahan buat Persebaya. Versi lain menyebut Rp 650 juta. Malam setelah pertandingan, sumber Jawa Pos mendengar Vigit menelepon manajer Persebaya saat itu, Chairul Basalamah.
     
    NUR HADI
     
     
     
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.