Persija Capai Kesepakatan dengan Pelatih Ivan Kolev

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivan Kolev. TEMPO/ Imam Sukamto

    Ivan Kolev. TEMPO/ Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Persija Jakarta memastikan musim kompetisi 2019 akan dipegang oleh pelatih baru. Direktur Utama Persija Gede Widiade mengatakan Ivan Kolev tertarik menangani skuad Persija.

    Dari hasil pembicaraan dengan Kolev, Gede menyatakan manajemen sudah mengantongi kesepakatan tertulis. Ia menilai peluang juru taktik asal Bulgaria itu melatih tim Macan Kemayoran cukup besar. "Kami sudah terima confirmation letters tinggal berbicara hal detail di kontrak nanti," kata dia di Jakarta, Senin, 7 Januari 2019.

    Selanjutnya, lanjut Gede, manajemen Persija akan menunggu kedatangan Kolev ke Indonesia. Menurut Gede, ia dijadwalkan ke Indonesia pada 12 atau 13 Januari.

    Seperti diberitakan, pelatih Stefano Cugurra memutuskan mundur dari Persija. Pria asal Brasil itu tertarik untuk mencari tantangan baru di klub lain.

    Sementara Ivan Kolev bukan nama asing bagi tim Macan Kemayoran. Pada musim kompetisi Liga Indonesia 1999, Kolev pernah ditunjuk sebagai pelatih Persija. Tak hanya Persija, pelatih berusia 61 tahun itu pernah duduk sebagai pelatih Timnas Indonesia, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, dan PS TNI, yang kini sudah berubah nama menjadi PS Tira.

    Selama meniti karier sebagai pelatih di klub Indonesia, Kolev belum pernah membawa timnya meraih gelar juara liga. Hal itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi Kolev di mana Persija akan menggeluti tiga kompetisi, yakni kualifikasi Liga Champions Asia, Piala Indonesia, dan Liga 1 Indonesia.

    Pemain belakang Ryuji Utomo mengapresiasi kabar kedatangan pelatih baru, Ivan Kolev. Ia menyatakan akan memberikan kontribusi yang maksimal di lini belakang Persija. "Saya siap berikan yang terbaik," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.