Pengaturan Skor Sepak Bola: PSSI Jatuhkan Sanksi ke Vigit Waluyo

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. (pssi.org)

    Logo PSSI. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) menyatakan sudah mengeluarkan hukuman kepada Vigit Waluyo. Ketua Komdis Asep Edwin mengatakan dari hasil persidangan ditemukan bukti kuat untuk menghukum sosok yang disebut-sebut sebagai aktor pengatur pertandingan itu.

    "Mungkin ini yang ditunggu. VW di-banned (dilarang beraktivitas dalam sepak bola Indonesia) seumur hidup," ucap Asep di Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

    Ia menjelaskan, kendati Vigit secara struktural tidak masuk dalam kepengurusan klub, namun dari bukti yang didapat ia kerap terlibat dalam pertandingan tertentu. Dari bukti yang dipegang Komdis, ucapnya, Vigit pernah terlihat berada di lorong pemain. "Dia ada di area-area yang sebetulnya tidak bisa dimasuki setiap orang," kata Asep.

    Nama Vigit Waluyo muncul ke permukaan dalam program Mata Najwa yang membahas tentang isu pengaturan skor. Mantan runner pengaturan skor Bambang Suryo menyebut dia ikut terlibat dalam pengaturan skor di Liga Indonesia. Belum lama ini Vigit menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur atas kasus dugaan korupsi PDAM Sidoarjo.

    Lebih lanjut, Asep mengatakan, Komdis belum bisa membuktikan apakah Vigit bermain seorang diri dalam setiap pertandingan yang diatur. "Nanti akan kami tindak lanjuti," ucapnya.

    Selain Vigit, Komdis juga sudah menjatuhkan hukuman kepada mantan anggota Komisi Wasit Priyanto dan Anik Yuni Artika. Keduanya juga terkena hukuman seumur hidup dilarang beraktivitas di sepak bola Indonesia.

    Hukuman terhadap Priyanto dan Artika, menurut Ketua Komdis PSSI Asep, terkait dengan kasus pengaturan pertandingan antara Persibara Banjarnegara dengan Persekabpas Pasuruan. "Dari keterangan yang kami dapat sudah cukup bukti menghukum mereka," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.