Komdis PSSI Lindungi Pelapor di Kasus Pengaturan Skor Sepak Bola

Reporter

Editor

Hari Prasetyo

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua PSSI Joko Driyono memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi Liga I di Jakarta, Selasa (25/9/2018). ANTARA FOTO/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI) sudah meminta keterangan mantan manajer klub sepak bola Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Ketua Komdis Asep Edwin mengatakan komite disiplin akan mengikuti aturan federasi sepak bola internasional (FIFA) ihwal program perlindungan terhadap pelapor pelanggaran (whistleblower).

Menurut Asep, dalam program perlindungan tidak ada hukuman balasan bagi pihak yang melaporkan fakta atau kebenaran. Di sisi lain, ucapnya, Komdis dalam mengambil keputusan harus mempertimbangkan situasi dan kondisi tertentu di lapangan. "Mana yang meringankan dan memberatkan itu jadi pertimbangan kami," kata Asep di Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Sebelumnya, Komdis menjatuhi sanksi kepada PS Mojokerto Putra (PSMP) yang disebut telah terlibat pengaturan skor di pertandingan Liga 2 Indonesia. Hukuman bagi Mojokerto Putra adalah dilarang mengikuti kompetisi sepak bola nasional pada musim 2019. Namun untuk kasus dugaan pengaturan skor yang melibatkan Persibara Banjarnegara, Komdis belum memutuskannya.

Dari hasil pemeriksaan Lasmi, Asep menyatakan, materi yang disampaikan sama dengan penuturan di program televisi Mata Najwa dan kepolisian. Namun, menurut dia, ada beberapa hal yang digali lebih mendalam dan detail.

Dalam pertandingan Persibara melawan Persekabpas Pasuruan, kata Asep, Komdis menilai ada tindakan yang tidak patut dilakukan pengurus sepak bola. Ia menyatakan tindakan itu sudah mencederai nilai di kode disiplin.

Kuasa hukum Lasmi Indaryani, Boyamin Saiman, berharap kliennya bisa mendapatkan penghargaan bukan hukuman dari Komdis. Ia beralasan Lasmi bisa menjadi whistleblower dalam kasus pengaturan skor. "Kami ingin bantu Komdis bersihkan oknum di PSSI," ucapnya.

ADITYA BUDIMAN






Liga 1 Dihentikan, Skuad Persib Bandung Tetap Berlatih

2 jam lalu

Liga 1 Dihentikan, Skuad Persib Bandung Tetap Berlatih

Pelatih Persib Bandung, Luis Milla, memutuskan skuadnya tetap berlatih kendati PSSI menghentikan kompetisi Liga 1.


Jokowi Akan Audit Stadion untuk Liga Indonesia, Libatkan FIFA

2 jam lalu

Jokowi Akan Audit Stadion untuk Liga Indonesia, Libatkan FIFA

Presiden Jokowi meminta Kementerian PUPR untuk mengaudit seluruh stadion yang dipakai Liga Indonesia imbas tragedi Kanjuruhan.


Kata Ketua Umum PSSI Soal Banyak Pertandingan Besar Liga 1 Digelar Malam Hari

6 jam lalu

Kata Ketua Umum PSSI Soal Banyak Pertandingan Besar Liga 1 Digelar Malam Hari

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menjelaskan salah alasan banyak pertandingan besar Liga 1 digelar malam hari adalah menyesuaikan jam siaran.


Eksklusif Tragedi Kanjuruhan, Ketum PSSI Akui Ada Masalah Siaran Televisi Dalam Penjadwalan Pertandingan

7 jam lalu

Eksklusif Tragedi Kanjuruhan, Ketum PSSI Akui Ada Masalah Siaran Televisi Dalam Penjadwalan Pertandingan

Ketua Umum PSSI mengakui polemik penjadwalan pertandingan BRI Liga 1 yang ramai dibicarakan setelah Tragedi Kanjuruhan karena masalah siaran televisi.


Hasil Rapat Perdana TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Liga 3 Ikut Dihentikan

7 jam lalu

Hasil Rapat Perdana TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Liga 3 Ikut Dihentikan

TGIPF dan Menpora sepakat Liga 3 ikut dihentikan akibat Tragedi Kanjuruhan.


Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Ini Penjelasan Polri

7 jam lalu

Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah, Ini Penjelasan Polri

Polri menyatakan ada tambahan korban tragedi Kanjuruhan yang tidak dirawat di fasilitas kesehatan.


Tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi ke Malang Untuk Bagikan Santunan Korban Hari Ini

8 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Presiden Jokowi ke Malang Untuk Bagikan Santunan Korban Hari Ini

Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan akan memberikan santunan kepada keluarga korban tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur hari ini. Bantuan sebesar Rp50 juta itu bakal diberikan untuk 125 korban.


Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Akui Jual Tiket Melebihi Rekomendasi Polisi

9 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Arema FC Akui Jual Tiket Melebihi Rekomendasi Polisi

Tim investigasi Tragedi Kanjuruhan yang dibentuk PSSI menyebut Arema FC menjual tiket sesuai kapasitas maksimal stadion.


Tragedi Kanjuruhan, Ini Aturan PSSI Soal Pintu Stadion

9 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, Ini Aturan PSSI Soal Pintu Stadion

PSSI menyatakan terjadi pelanggaran soal pintu stadion dalam Tragedi Kanjuruhan.


TGIPF Tragedi Kanjuruhan Gelar Rapat Perdana, Ini Hasilnya

10 jam lalu

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Gelar Rapat Perdana, Ini Hasilnya

TGIPF Tragedi Kanjuruhan mulai menggelar rapat perdana di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, pada Selasa, 4 Oktober 2022.