Real Madrid Jadikan Brahim Diaz Pemain Termahal di Dunia

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Real Madrid, Brahim Diaz berusaha melewati hadangan pemain with Leganes, Arnaiz Diaz Jose Manuel dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Piala Raja di  Santiago Bernabeu, Madrid, 10 Januari 2019. REUTERS/Susana Vera

    Gelandang Real Madrid, Brahim Diaz berusaha melewati hadangan pemain with Leganes, Arnaiz Diaz Jose Manuel dalam pertandingan leg pertama babak 16 besar Piala Raja di Santiago Bernabeu, Madrid, 10 Januari 2019. REUTERS/Susana Vera

    TEMPO.CO, JakartaReal Madrid baru saja memboyong penyerang muda Brahim Diaz dari Manchester City. Penyerang muda asal Spanyol tersebut langsung dikunci dengan kontrak jangka panjang.

    Menurut media Spanyol, Sport, Diaz mendapatkan kontrak hingga 2025 dari Real Madrid. Yang lebih mencengangkan adalah harga yang dipatok Los Galacticos untuk si pemain jika ada klub lain yang menginginkannya.

    Laporan itu menyatakan bahwa Real Madrid memagari Diaz dengan klausa pemutusan kontrak selangit. Nilainya mencapai 750 juta euro atau sekitar Rp 12 triliun.

    Nilai itu menjadikan Diaz berhak meraih gelar pemain dengan banderol tertinggi di dunia. Dia mengalahkan mega bintang Barcelona, Lionel Messi, yang klausa pemutusan kontraknya hanya sebesar 700 juta euro.

    Pemain dengan nilai transfer termahal di dunia saat ini, Neymar Jr, juga kalah mahal ketimbang penyerang andalan Timnas Spanyol U-21 tersebut. PSG hanya memagari Neymar dengan klausa pemutusan kontrak senilai 300 juta euro.

    Entah apa maksud Real Madrid memagari pemain muda yang belum teruji dengan klausa pemutusan kontrak setinggi langit seperti itu. Padahal mereka hanya membayar 15 juta euro kepada Manchester City untuk mendapatkan Brahim Diaz. Nilai yang maksimal hanya akan meninggkat menjadi 22 juta euro jika si pemain mampu memenuhi sejumlah persyaratan.

    SPORT


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Edy Rahmayadi Mundur dari PSSI dengan Catatan Prestasi Buruk

    Edy Rahmayadi menegaskan mundur dari jabatan ketua umum PSSI, pada 20 Januari 2019, tanpa tekanan siapa pun. Dia mangaku gagal mengurus PSSI.