Hadapi Liga 1, PSS Sleman Siapkan Modal Rp 20 Miliar

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSS Sleman melakukan selebrasi kemenangan setelah mengalahkan Semen Padang  pada laga final Liga 2 2018 di Stadion Pakansari,  Bogor, Selasa, 4 Desember 2018. Dalam laga tersebut PSS Sleman menjadi juara Liga 2 Indonesia. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Pemain PSS Sleman melakukan selebrasi kemenangan setelah mengalahkan Semen Padang pada laga final Liga 2 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa, 4 Desember 2018. Dalam laga tersebut PSS Sleman menjadi juara Liga 2 Indonesia. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Yogyakarta - PT Putra Sleman Sembada (PT PSS) selaku pengelola klub PSS Sleman menyatakan akan mempersiapkan modal cukup bagi timnya yang menjadi tim promosi Liga 1 musim kompetisi 2019 ini. CEO PT PSS, Soekeno, menuturkan, untuk Liga 1 pihaknya memproyeksikan akan butuh dana sekitar Rp 15-20 miliar sehingga dana itu saat ini yang akan disiapkan.

    “Perkiraan kami untuk Liga 1 ini bakal butuh dana sekitar Rp 15-20 miliar, baik untuk membayar pemain juga operasional,” ujar Soekeno ditemui Rabu petang 9 Januari 2019.

    Soekeno mengakui untuk menghimpun dana sebesar itu akan menjadi tantangan tersendiri bagi PSS yang baru kali pertama masuk tim promosi Liga 1. Namun, pihaknya tak mempermasalahkan dan optimis dana itu bisa terkumpul berkat sponsor yang akan digaet.

    “Saat ini sponsor sudah melihat PSS Sleman menjadi tim seksi, punya lapangan bagus di Stadion Maguwo dan tentu puluhan ribu suporter yang sangat loyal,” ujarnya.

    Soekno menuturkan, dengan dana besar yang dibutuhkan itu, pihaknya pun akan bijak menggunakan pengeluaran agar lebih optimal dan efisien.

    Salah satu caranya dengan tak buru-buru mengontrak pemain. Terlebih regulasi liga untuk kepastian jadwal musim kompetisi 2019 termasuk soal regulasi pemain juga belum keluar.

    "Sampai sekarang kompetisi liga 2019 kan belum jelas, kapan dimulainya, sebelum atau setelah pemilu, artinya bisa bulan Mei nanti. Itu kan masih panjang," ujar Soekeno.

    Kalau saat ini PSS Sleman sudah mengontrak pemain, padahal jadwal liga masih belum jelas, itu berarti pemborosan. Sebab harus ada biaya untuk memenuhi operasional pemain, yaitu gaji dan lainnya. Sementara dari pengalaman yang ada dana yang dikeluarkan untuk gaji pemain dalam satu bulan saja mencapai ratusan juta rupiah. "Kalau sekrang sudah fix rekrut pemain, sementara kompetisi masih lama kan sama saja kasih gaji buta," ujarnya.

    Soekeno menuturkan selain modal besar, saat ini PT PSS juga sedang berupaya memenuhi syarat lain agar menjadi tim peserta Liga 1 yang berkualitas. Salah satunya dengan memperbaiki sarana dan prasarana Stadion Maguwoharjo yang menjadi homebase.

    "Syarat sebagai klub Liga 1 sarana prasaran stadion kan juga harus layak. Stadion Maguwoharjo nanti kami sewa dari pemerintah daerah, lalu kami lakukan beberapa sentuhan agar makin nyaman,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.