Mantan Pengurus PSSI Dilaporkan ke Polisi, Sekjen: Saya Tak Tahu

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    Ratu Tisha Destria, Sekjen (Sekretaris Jendral) Federasi Sepakbola Indonesia PSSI saat ditemui dikantor PSSI dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, 20 Juli 2017. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) enggan mengomentari mantan pengurus yang dilaporkan ke polisi ihwal dugaan kasus pengaturan skor sepak bola. Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha menyatakan tidak tahu menahu tentang laporan ke kepolisian terhadap sosok yang diduga petinggi PSSI. "Saya tidak tahu. Terima kasih informasinya," kata Tisha di Jakarta, Kamis, 10 Januari 2019.

    Petinggi PSSI pada periode 2009 berinisial IB dan H dilaporkan ke Satuan Tugas Antimafia Sepak Bola. Mantan manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan keduanya atas dugaan pungutan liar saat tampil di Piala Soeratin 2009.

    Imron menyatakan merasa tertipu oleh keduanya. Ia diminta membayar biaya Rp 140 juta agar tetap menjadi tuan rumah pada babak delapan besar. Setelah dicari tahu ternyata untuk menjadi tuan rumah tidak perlu mengeluarkan uang. Merasa tertipu, Imron pun lantas melaporkan hal itu ke Satgas Antimafia Sepak Bola pada Senin lalu.

    Di ajang Piala Soeratin 2009, sosok berinisial IB menjabat sebagai Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI). Sedangkan H merupakan mantan Ketua Umum Pengprov PSSI Jawa Timur.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.