Petr Cech, Pengalaman 2 Kali Jumpa Kiper Legendaris di Mixed Zone

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi kiper Arsenal Petr Cech, setelah gawangnya dibobol penyerng Manchester City Gabriel Jesus pada pertandingan Liga Inggris di  Etihad Stadium, Manchester, 5 November 2017. REUTERS/Phil Noble

    Ekspresi kiper Arsenal Petr Cech, setelah gawangnya dibobol penyerng Manchester City Gabriel Jesus pada pertandingan Liga Inggris di Etihad Stadium, Manchester, 5 November 2017. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Petr Cech, kiper Arsenal asal Republik Cek, mengumumkan rencanya untuk pensiun sebagai akhir musim kompetisi 2018-2019 pada Selasa, 15 Januari 2019. Cech sudah berkiprah 15 tahun di Liga Primer Inggris dan memenangi sejumlah trofi bersama Chelsea dan Arsenal.

    Jauh sebelumnya, Cech sudah mengundurkan diri dari tim nasional Republik Cek pada 8 Juli 2016, setelah menjadi pemain yang paling sering membela tim nasionalnya, yaitu sebanyak 124 kali.

    Dalam berita pers yang dikirim Selasa lalu, sebagaimana dikutip koran Independent, Cech mengatakan, “Ini adalah musim ke-20 saya sebagai seorang pemain profesional dan 20 tahun sejak saya menandantangi kontrak pertama sebagai pemain profesional. Jadi saya merasa ini waktu yang tepat untuk mengumumkan akan pensiun pada akhir musim ini.”

    “Bermain 15 tahun dalam Liga Primer Inggris dan memenangi sejumlah trofi membuat saya merasa sudah meraih segalanya,” Cech melanjutkan. “Saya akan terus bekerja keras di Arsenal dan berharap bisa memenangi satu trofi lagi,” Cech menambahkan.

    Penulis melihat langsung salah satu kiper terbaik di dunia ini pada pergelaran Piala Eropa 2008 di Austria-Swiss dan Euro 2012 di Polandia-Ukraina.

    Pada kesempatan pertama terjadi setelah pertandingan imbang Republik Cek melawan Turki pada partai terakhir salah satu babak penyisihan grup putaran final Euro 2008 di Jenewa, Swiss.

    Seusai pertandingang yang menyebabkan Cek tersingkir, wartawan berjubel di mixed zone, yaitu jalur lintasan yang akan dilewati pemain, pelatih, dan ofisial dari kamar ganti ke bus tim.

    Di sepanjang marka pembatas mixed zone itu, kebanyakan wartawan menunggu Cech, yang gawangnya kebobolan tiga kali melawan Turki.

    Waktu itu, Cech sudah menjadi kiper Arsenal dan sudah mencuat sebagai pemain bintang. Tersingkir Republik Cek dan kebobolan yang dialami Cech menjadi sumber pertanyaan kepada kapten tim nasional ini pada penampilan terakhirnya di Euro 2008.

    Adapun Cech mau lebih lama di garis pembatas mixed zone untuk melayani pertanyaan wartawan sehingga penulis meninggalkan stadion dan menuju stasiun kereta Genewa sudah larut malam.

    Kesempatan kedua menyaksikan Cech dari jarak dekat di mixed zone terjadi di Stadion Miejski, Wroclaw, periode Juni. Cek yang juga mengambil markas di Wroclaw selama Euro 2012 Polandia-Ukraina, tergabung di Grup A bersama Yunani, Rusia, dan Polandia.

    Kali ini Cech berhasil membawa Cek mencapai babak perempat final sebelum dikalakan Portugal melalui gol tunggal Cristiano Ronaldo.

    Cech mengawali karier seniornya di  klub FK Chmel Blsany pada 1999 dan pertama kali pindah ke Liga Primer Inggris pada 2004 setelah menandantangani kontrak untuk Chelsea dengan nilai transfer 7 juta pound sterling.

    Selama di London barat, Petr Cech membawa Chelsea memenangi Liga Primer Inggris empat kali, Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) empat kali, Piala Liga Inggris tiga kali, Liga Europa satu kali, dan Liga Champions sekali.

    Membela Chelsea selama 11 tahun, Cech tampil 486 kali dan menjadikannya sebagai pemain keenam yang paling banyak tampil bersama The Blues ini.

    Sebagai kiper, Petr Cech juga memegang rekor tak kebobolan di Chelsea, yaitu sebanyak 220 kali. Petr Cech meninggalkan Chelsea untuk bergabung dengan rival mereka di London, Arsenal, pada  2015 dengan nilai transer 10 juta pound sterling. Bersama Arsenal, Petr Cech memenangi Piala FA sekali dan dua trofi FA Community Shields di bawah asuhan Arsene Wenger.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.