Piala Asia, Qatar dan Arab Saudi Berebut Kemenangan

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Qatar meluapkan ekspresinya setelah berhasil menaklukan Tim Nasional Indonesia dalam laga kualifikasi pra Piala Dunia 2014 Zona Asia grup E di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10). Tim Nasional Indonesia di taklukan oleh Qatar dengan hasil akhir 2-3. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pemain Qatar meluapkan ekspresinya setelah berhasil menaklukan Tim Nasional Indonesia dalam laga kualifikasi pra Piala Dunia 2014 Zona Asia grup E di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (11/10). Tim Nasional Indonesia di taklukan oleh Qatar dengan hasil akhir 2-3. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Qatar dan Arab Saudi akan berhadapan di lapangan hijau malam ini, Kamis 17 Januari 2019, dalam kejuaraan Piala Asia 2019.

    Pertemuan kedua negara ini, menurut laporan al Jazeera, untuk pertama kalinya berlangsung sejak dua bangsa Teluk itu memutuskan hubungan diplomatik pada Juni 2017.

    Kedua tim yang akan bertanding di Stadion Mohammed bin Zayed Abu Dhabi itu sebelumnya telah membukukan kemenangan menyakinkan. Arab Saudi menggulung Libanon 2-0, sedangkan Qatar melibas Korea Utara dengan skor telak, 6-0.

    "Pertandingan ini akan berlangsung di ibu kota Uni Emirat Arab pada pukul 20.00 waktu setempat atau pukul 23.00 waktu Indonesia."

    Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Qatar setelah negeri itu dituding mendukung terorisme. Keputusan Saudi tersebut diikuti oleh sekutu dekatnya, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir.

    Kedua negara, Arab Saudi dan Qatar, akan menjaga gengsi dan berjuang keras untuk memenangkan pertandingan ini agar memimpin Grup E.

    "Kami ingin memenangkan pertandingan ini, bukan akibat persoalan politik, melainkan agar bisa menjadi pimpinan grup," kata Ali Al Salat, pejabat di Asosiasi Sepak Bola Qatar (QFA), kepada Al Jazeera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.