Jawa Barat Minta Kasus Pengaturan Skor Jadi Agenda Kongres PSSI

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di areal Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, 22 Mei 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Suasana Kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di areal Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, 22 Mei 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Barat Tommy Apriantono menilai kasus pengaturan skor sepak bola (match fixing) harus menjadi pembahasan dalam kongres tahunan federasi. Sebab, ia mengatakan, masalah tersebut telah merugikan nilai-nilai sepak bola.

    Dari surat undangan yang diterima Asprov Jawa Barat, Tommy menyebut ada tiga agenda utama dalam kongres yang dijadwalkan digelar 20 Januari nanti di Bali. Ketiga agenda itu ialah tentang integritas keanggotaan, program sepak bola di 2019, dan laporan Liga Indonesia. "Di (agenda) integritas bisa dibahas match fixing," kata dia saat dihubungi Tempo, Jumat, 18 Januari 2019.

    Tommy menuturkan pembahasan match fixing di kongres mendesak dilakukan. Pasalnya, kasus pengaturan skor yang melibatkan Persibara Banjarnegara dan PS Pasuruan di Liga 3 Indonesia semakin berkembang. Di sisi lain, ia menilai, persoalan match fixing tidak bisa dibiarkan sebab sudah melibatkan petinggi di federasi.

    Ia tak menyangka bila kasus kecurangan di kompetisi sepak bola telah menyeret anggota Komite Eksekutif dan Komisi Disiplin PSSI. Oleh sebab itu, wajar bila dalam kongres nanti dibahas ihwal kasus pengaturan skor di sepak bola. "Kalau ada Komdis (Komite Disiplin PSSI) terlibat kan aneh sekali," ucap Tommy.

    Pada kesempatan terpisah, anggota Komite Eksekutif PSSI Gusti Randa menyatakan kongres merupakan forum tertinggi dalam organisasi PSSI. Bila ada pemilik hak suara (voters) ingin melakukan perubahan agenda hal itu bisa dilakukan.

    Meski demikian, ia meminta perubahan agenda Kongres PSSI harus sesuai dengan ketentuan aturan di federasi. "Saya masih berbaik sangka kongres akan berjalan dengan baik," ucap Gusti.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.