Man United Vs Brighton, Menanti Kecemerlangan Alexis Sanchez

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United, Alexis Sanchez dan Marouane Fellaini, berlari saat melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Newcastle dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Inggris, Sabtu, 6 Oktober 2018. Ini jadi kemenangan pertama bagi MU dalam lima laga di berbagai kompetisi. REUTERS.

    Pemain Manchester United, Alexis Sanchez dan Marouane Fellaini, berlari saat melakukan selebrasi setelah menjebol gawang Newcastle dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Inggris, Sabtu, 6 Oktober 2018. Ini jadi kemenangan pertama bagi MU dalam lima laga di berbagai kompetisi. REUTERS.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar ini datang dari Carrington, pusat latihan Manchester United. Pelatih United, Ole Gunnar Solskjaer, menjelaskan berita terkini tentang Alexis Sanchez, Jumat pagi, waktu setempat.

    Menurut pelatih asal Norwegia itu, kondisi bekas pemain Arsenal tersebut sudah membaik, menyusul cedera hamstring yang dialaminya ketika bertanding melawan Reading dalam kompetisi Piala FA, dua pekan lalu.

    Gara-gara cedera di laga itu, Sanchez kemudian tidak dimainkan dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur, yang dimenangi United 1-0.

    Setelah menjalani latihan di Dubai, Uni Emirat Arab, ditambah dengan latihan rutin berikutnya, Solskjaer menyatakan pemain Cile itu telah siap diturunkan melawan Brighton Hove Albion di Old Trafford nanti malam.

    “Alexis telah berlatih sepanjang minggu ini. Saya berharap dia bisa dimainkan,” kata Solskjaer.

    Solskjaer agak sedikit menyesali hal yang terjadi saat Sanchez mengalami cedera. “Saat melawan Reading, seharusnya dia memberi tahu kami sejak awal. Kami bisa menyuruhnya ke luar lebih awal,” ujarnya. Dalam laga itu, Sanchez berada di lapangan hingga menit ke-64.

    Wajar bila kemudian cederanya menjadi lebih lama pulih.

    Belum ada yang pasti, memang. Namun Solskjaer mengapresiasi sikap yang ditunjukkan pemain bernomor punggung 7 itu.

    “Saya tahu betapa frustrasinya dia. Namun dia amat bersemangat untuk kembali bermain,” ucapnya. “Sikapnya luar biasa dalam latihan, dan saya tak sabar untuk melihatnya.”

    Bukan hanya Solskjaer seorang, tentu banyak pendukung klub yang juga ingin melihat kehebatan pemain yang dibeli Jose Mourinho pada awal tahun lalu itu.

    Dari deretan pemain yang ada, hanya Sanchez yang belum memperlihatkan tajinya sejak Setan Merah dipegang Solskjaer. Semua pemain yang mendam di bawah Mourinho tiba-tiba bersinar gemilang dan menyatakan pujian pada pelatih baru itu.

    “Saya mendapat banyak pelajaran baru tentang bermain sebagai penyerang,” kata Romelu Lukaku, yang belakangan mulai rajin membuat gol meski menjadi pemain cadangan.

    Setahun kemarin, jagat sepak bola Inggris dibuat heboh. Kedatangan Alexis Sanchez ke Old Trafford yang menjadi berita besar. Dibeli dengan harga 35 juta pound dari Arsenal, Alexis menjadi pemain paling besar gajinya: 450 ribu pound tiap pekan.

    Pembelian Alexis terbantu dengan perpindahan Henrikh Mkhitaryan ke Arsenal. Jose Mourinho, yang menyebut Alexis sebagai pemain bagus, berhasil meyakinkan petinggi United untuk membelinya.

    Arsenal melepas Sanchez karena kontraknya tinggal enam bulan. Menahannya hingga selesai masa kerjanya tak memberi apa-apa buat klub itu. Walhasil, Arsene Wenger melepasnya.

    Namun yang terjadi di Manchester United, selain kerap mendapatkan cedera yang membuatnya jarang dimainkan, penampilan Alexis pun menurun.

    Mourinho menggelengkan kepala ketika ditanya sebabnya. “Sebuah misteri.” Hanya itu yang keluar dari mulutnya.

    Namun di lapangan jelas tampak sebabnya. Saat bermain di Arsenal, Wenger kerap menaruh Sanchez di tengah. Sedangkan di United, peran itu sudah menjadi wilayah Romelu Lukaku.

    Di tangan Mourinho, Sanchez kemudian lebih banyak diplot untuk bermain di sayap. Peran itu sebenarnya yang dia inginkan dari Ivan Perisic, yang sangat diinginkannya. Secara tradisional, umpan dari sayap itu yang akan dilahap Lukaku di depan gawang. Namun semua itu gagal.

    Belakangan, seperti dengan pemain lain, hubungan Mou dan Sanchez pun dikabarkan tak lagi hangat. Salah satunya ketika pemain yang juga piawai bermain piano itu ketahuan Mou pergi untuk mempromosikan baju miliknya, tak lama setelah mereka kalah dari Brighton, tahun lalu.

    Setelah mereka bicara empat mata, Sanchez didrop dari tim yang dipersiapkan Mou bertanding melawan West Ham. Sejak itu, hubungan keduanya pun tak lagi baik.

    Bahkan tersiar kabar bahwa dia mengajak Marcos Rojo untuk bertaruh tentang nasib yang akan dialami Mourinho. Sanchez pun menang. Mourinho dipecat pada pertengahan Desember lalu.

    Sanchez membantah kabar itu. “Bagaimanapun Mourinho yang memberi kesempatan saya untuk bermain di klub besar ini,” katanya.

    Kini Mourinho tak ada lagi di Old Trafford. Di tangan Solskjaer, United menemukan kembali ritme permainan dan ciri khasnya yang selalu menyerang.

    Sanchez pun tak sabar untuk bermain dan menunjukkan permainan cepat seperti yang diperlihatkannya di Arsenal. Kesempatan itu diharapkan datang saat United menjamu Brighton Hove Albion di Old Trafford.

    “Orang bilang pertandingan melawan Tottenham Hotspur sangat penting. Bagi saya, ini adalah laga untuk melihat sikap para pemain dalam pertandingan kandang. Mereka harus bisa mendominasi dan tampil lebih baik,” ujarnya.

    Intinya, Solskjaer hanya ingin pemain yang siap bertarung memenangi setiap pertandingan berikutnya. “Kami memiliki enam pertandingan bagus, tapi yang berikutnya adalah yang paling penting,” ucapnya.

    Di pertandingan itulah Alexis Sanchez ingin terlibat dan bermain dengan kecemerlangan.

    BBC | DAILYMAIL | MIRROR | INDRA W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.