Kejutan Bursa Transfer, Barcelona Datangkan Kevin-Prince Boateng

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di Matteo bereaksi di sebelah pemain Kevin-Prince Boateng (kiri) dalam sesi latihan perdananya di Gelsenkirchen, Jerman, 9 Oktober 2014. REUTERS/Wolfgang Rattay

    Di Matteo bereaksi di sebelah pemain Kevin-Prince Boateng (kiri) dalam sesi latihan perdananya di Gelsenkirchen, Jerman, 9 Oktober 2014. REUTERS/Wolfgang Rattay

    TEMPO.CO, JakartaBarcelona membuat langkah mengejutkan dalam bursa transfer. Klub Liga Spanyol itu mendatangkan gelandang berusia 31 tahun, Kevin-Prince Boateng, dari klub Liga Italia, Sassuolo.

    Langkah itu di luar dugaan. Kevin-Prince Boateng belakangan lebih banyak bermain di klub kecil. Sempat bermain di Tottenham Hotspur (2007-2009) dan AC Milan (2010-2013), tiga klub terakhirnya adalah Las Palmas, Eintracht Frankfurt, dan Sassuolo.

    Boateng sempat memperkuat Timnas Junior Jerman, tapi untuk level senior ia bermain untuk Ghana. Ia tampil 15 kali dan mencetak dua gol.

    Barcelona meminjam pemain ini hingga akhir musim dengan opsi membelinya seharga 8 juta euro sebelum pinjamannya berakhir.

    Pelatih Barcelona Ernesto Valverde sendiri belakangan membutuhkan penyerang setelah Paco Alcacer hengkang ke Borussia Dortmund dan Munir El Haddadi bergabung dengan Sevilla. Sebelumnya sempat mucul nama-nama seperti Carlos Vela (LAFC), Radamel Falcao (Monaco), dan Willian (Willian). Namun, Boateng akhirnya dipilih karena dianggap memiliki kemampuan lebih untuk bermain di sektor kiri.

    Boateng mendapat banyak pujian saat meniti awal karienya di klub Jerman Hertha Berlin. Ia kemudian pindah ke Tottenham. Namun, di klub London itu ia gagal bersinar.

    Setahun bermain di Portsmouth ia kemudian membantunya mendapatkan transfer ke Milan. Ia ikut membantu klub Seri A itu memenangi gelar juara pada 2010/2011.

    Meskipun kerap menunjukkan kilasan tampilan yang brilian, namun secara umum Boateng dianggap belum mampu memenuhi potensinya seperti yang terlihat saat masih remaja. Namun, kesempatan itu kini datang bersama Barcelona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.