Bursa Transfer Liga 1: Madura United Dapatkan Beto Goncalves

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Indonesia Alberto Goncalves (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Filipina Alvaro Linares Silva (kiri) dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 25 November 2018. Laga ini berakhir dengan skor kacamata, 0-0. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pesepak bola Indonesia Alberto Goncalves (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Filipina Alvaro Linares Silva (kiri) dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad, 25 November 2018. Laga ini berakhir dengan skor kacamata, 0-0. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Liga 1 Madura United menambah satu lagi pemain dengan label bintang. Mereka mendatangkan Alberto Goncalves alias Beto, pemain naturalisasi yang sebelumnya membela Sriwijaya FC.

    Beto, yang juga jadi andalan Timnas Indonesia, akan menjadi tandem buat Aleksandar Rakic, pemain baru lainnya. Beto sudah diperkenalkan manajemen Madura United pada Senin, 21 Januari 2019.

    Pemain naturalisasi asal Brasil ini sudah mengikuti latihan Madura United. Pemain yang sudah berusia 38 tahun ini diharapkan bisa menambah daya gedor Madura United.

    "Hari ini Beto sudah ikut latihan bersama Madura United. Proses administrasinya juga sudah selesai. Beto sudah pasti didaftarkan sebagai pemain Madura United," ujar Haruna Soemitro, manajer Madura United, seperti dikutip laman Liga 1.

    Beto dalam beberapa musim terakhir memperkuat Sriwijaya FC. Dia mampu menjadi sosok sentral di klub Palembang tersebut. Tapi sayangnya di akhir musim kemarin Sriwijaya FC terdegradasi. Beto pun memilih hengkang karena ingin tetap ada di kompetisi kasta tertinggi.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.