Liga 1: Pilar Timnas, Bayu Pradana, Barlabuh di Barito Putera

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayu Pradana. (liga-indonesia.id)

    Bayu Pradana. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Liga 1, Barito Putera, berhasil mendatangkan Bayu Pradana dari Mitra Kukar FC yang terdegradasi ke Liga 2. Pemain Timnas Indonesia itu dikontrak selam dua musim.

    Manajer Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman, mengatakan, mereka sudah lama memantau Bayu Pradana. "Tapi karena terikat kontrak jangka panjang di Mitra Kukar, maka baru tahun ini kami bisa mendatangkannya," kata dia di Jakarta, seperti dikutip laman Liga 1.

    Baca: Bursa Transfer Liga 1: Madura United Dapatkan Beto Goncalves

    Barito Putera menganggap kualitas dan visi bermain Bayu Pradana ada di atas rata-rata pemain lokal. Ia juga dinilai punya jiwa spartan dan kepemimpin yang memadai.

    Penggawa lapangan tengah Timnas Indonesia berusia 27 tahun itu, diharapkan bisa memberi warna buat Barito Putera. Termasuk mengajari para pemain muda yang ada di dalam skuat arahan pelatih JFT. "Kami berharap jiwa bermain Bayu Pradana bisa ditularkan kepada juniornya di Barito Putera," ujar Hasnuryadi Sulaiman.

    Mitra Kukar sendiri terpaksa melepas Bayu Pradana karena mereka kini harus turun kasta ke Liga 2. Mereka ingin memberi kesempatan buat pemain itu untuk tetap beredar di kompetisi kasta tertinggi.

    Baca: Top Skor Liga 2, Indra Setiawan, Mundur dari Seleksi Persija

    "Terima kasih atas perjuangan, kerja keras, dan dedikasi untuk Naga Mekes selama 3 tahun terakhir. Semoga sukses bersama klub baru dan sampai bertemu di lain kesempatan," begitu pengumuman dari Mitra Kukar.

    Selain Bayu Pradana, Mitra Kukar juga melepas Septian David Maulana yang berlabuh di PSIS Semarang.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?