Melawan Juara Liga 1 Persija, Klub Liga 3 Ini Percaya Diri

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija Jakarta. Antara

    Persija Jakarta. Antara

    TEMPO.CO, Bekasi - Klub Liga 3, 757 Kepri Jaya FC, akan menguji  kekuatan juara Liga 1 Persija Jakarta pada pertemuan pertama babak 32 besar Piala Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Rabu sore, 23 Januari 2019.

    Pelatih Kepri Jaya FC, Regi Raditya, menghormati Persija Jakarta sebagai tim besar yang meraih trofi juara Liga 1. "Kami datang bukan hanya untuk memenuhi tanggung jawab menyelesaikan Piala Indonesia, kami akan melakukan yang terbaik apapun hasilnya nanti," katanya dalam jumpa pers, Selasa, 22 Januari 2019.

    Regi mengatakan, sebelum bertolak ke Jakarta, pihaknya sudah mempersiapkan tim dengan matang. Termasuk persiapan mental pemain, karena bakal mendapatkan tekanan dari puluhan ribu The Jakmania, pendukung setia Persija, di tribun. "Saya selalu bicara dengan pemain, kita harus pergi dengan rencana, kita tahu Jakmania akan memenuhi Stadion Patriot," ujar dia.

    Melawan tim besar sekelas Persija, kata Regi, merupakan sebuah keuntungan karena menjajal kekuatan tim yang dihuni pemain-pemain berkualitas. Tapi, Regi tak bisa memprediksi perihal kekuatan Persija apakah berada di atas atau di bawah dibandingkan musim lalu. "Kita harus siap dengan apa pun di lapangan, bermain lepas, dan tentu selalu ada target di setiap pertandingan," ujar Regi.

    Pemain Kepri Jaya FC, Muhammad Ridho, sudah siap menghadapi pertandingan melawan Persija di Stadion Patriot Candrabhaga. "Kami sudah latihan maksimal bersama coach, apa yang dia berikan Insya Allah nanti akan kami terapkan di lapangan. Menang kalah itu urusan belakangan, yang penting kita main bagus maksimal," ujarnya.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.