Persija Jakarta Tanggapi Tudingan Vigit Waluyo

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vigit Waluyo. twitter.com

    Vigit Waluyo. twitter.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Persija Jakarta diterpa isu miring setelah meraih trofi juara Liga 1 musim 2018. Isu itu keluar dari mulut Vigit Waluyo saat bicara kepada sejumlah media. Pria yang disebut-sebut sebagai dalang pengaturan skor di Liga Indonesia, menyebut bahwa juara Liga 1 dan Liga 2 bisa di-setting.

    Chief Operations Officer (COO) Persija Jakarta, M. Rafil Perdana, mengatakan, pernyataan Vigit Waluyo jelas-jelas telah melukai hati para pemain Persija Jakarta dan the Jakmania yang sepanjang musim 2018 telah mencurahkan segenap tenaga dan energinya untuk bekerja keras dalam memenangkan pertandingan demi pertandingan.

    Baca: Fakta-fakta Mengejutkan dari Pengakuan Vigit Waluyo

    "Khususnya untuk the Jakmania, mereka bahkan rela mengeluarkan effort yang lebih karena pada Musim 2018, Persija jarang sekali bermain di Jakarta sebagai tuan rumah. Kami, justru lebih banyak bermain di luar Jakarta meski berstatus sebagai tuan rumah," kata Rafil, Jumat, 25 Januari 2019.

    Melihat fakta fakta tersebut, menurut dia, pernyataan Vigit dinilai sangat tendensius dan tidak berdasar. Manajemen berpendapat bahwa Vigit terkesan ingin mencari kambing hitam dan melakukan pembenaran atas kesalahan yang dia lakukan, karena pada saat ini dia sudah ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan kasus suap.

    "Ucapannya yang tidak berdasar tersebut dapat menimbulkan stigma negatif di masyarakat dan merugikan klub kami," kata Rafil.

    Baca: Pengaturan Skor, Vigit Waluyo: Hampir Semua Terlibat

    "Kalau Vigit mengatakan klub yang main di awal dan akhir sebagai tuan rumah bisa disetting sebagai juara, mari kita review lagi jadwal pertandingan Persija pada Liga 1 tahun 2018," kata dia.

    Ia menjelaskan, pekan 1 Liga 1 berlangusng pada tanggal 23 Maret 2018, Persija bertanding sebagai tamu ketika dijamu oleh Bhayangkara FC. Hal ini dikarenakan pada Liga 1 Tahun 2017, Bhayangkara FC adalah juara, sedangkan tim kami keluar sebagai juara dalam Piala Presiden 2018, sehingga yang menjadi tuan rumah adalah Bhayangkara dan yang menjadi tim tamu adalah Persija.

    "Yang mengatur jadwal pertandingan bukanlah PSSI, namun operator Liga 1 yaitu PT Liga Indonesia Baru (LIB). Skor akhir pada pertandingan tersebutpun adalah 0-0," ujar dia.

    Selanjutnya, pada pekan ke-34, Persija dan PSM sama-sama berpeluang menjadi juara. Persija dan PSM juga sepakat untuk memainkan pertandingan terakhir secara bersamaan, pada hari dan jam yang sama. Secara otomatis fakta tersebut, kata dia, mematahkan tudingan dan pernyataan Vigit.

    "Kalau memang, tim kami di-setting sebagai juara, faktanya pada pekan ke-13 (6 Juni 2018), posisi klasemen Persija berada di dasar klasemen dengan hanya mengumpulkan 13 Poin dari sembilan pertandingan," kata dia.

    Berdasarkan atas fakta-fakta yang telah ia sampaikan, maka manajemen Persija Jakarta menyatakan sangat tidak bisa menerima dan tidak bisa mentolerir atas adanya pernyataan yang disampaikan oleh Vigit sekaligus adanya pemberitaan mengenai hal tersebut.

    "Kami selaku Manajemen Persija adalah profesional di bidangnya masing- masing. Kami tidak ada sangkut pautnya dengan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru," ujar dia.

    Menurut dia, Persija sangat setuju dan akan mendukung pihak Kepolisian dalam rangka mengungkapkan kasus maa sepakbola jika kami menemukan bukti-bukti terkait. Pemain, official, dan manajemen Persija serta the Jakmania diminta agar tetap tenang dengan adanya pernyataan yang tidak berdasar sekaligus pemberitaan yang tidak benar.

    "Sebab, tentunya, mungkin saja ada pihak-pihak yang menginginkan kehancuran Persija yang kami cintai," kata dia.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?