Petinggi Asprov DKI Dukung Pelaksanaan KLB PSSI Usai Pemilu

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. (pssi.org)

    Logo PSSI. (pssi.org)

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) DKI Jakarta Aldi Karmawan mendukung diadakan kongres luar biasa (KLB) PSSI usai pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019.

    "KLB sudah menjadi ketentuan di dalam organisasi," ujar Aldi dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

    Aldi berharap dengan digelarnya KLB, organisasi PSSI dapat berjalan lebih stabil.

    Bersamaan dengan itu, dia juga mengingatkan tanggung jawab PSSI untuk menyelenggarakan kompetisi di tingkat regional maupun nasional.

    "Hal ini menjadi sangat penting mengingat para sponsor sangat membutuhkan kelancaran kompetisi yang bersumber dari kondusifnya organisasi PSSI," tutur Aldi.

    Wacana KLB sendiri muncul ke permukaan setelah Edy Rahmayadi mengundurkan diri dari posisi ketua umum PSSI dalam kongres tahunan PSSI yang digelar di Bali, Minggu (20/1).

    Posisi Edy sebagai ketua umum pun diganti oleh Joko Driyono yang sebelumnya menjabat wakil ketua umum. Joko sendiri menyatakan belum tertutup kemungkinan untuk menggelar KLB.

    Berdasarkan pasal 30 Statuta PSSI, KLB bisa digelar jika 50 persen atau 2/3 voters membuat permohonan resmi untuk itu. KLB akan diadakan oleh komite eksekutif PSSI tiga bulan setelah permintaan itu diterima. Seandainya tidak juga digelar, anggota dapat melangsungkan kongres sendiri atau bisa pula meminta bantuan FIFA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.