Chelsea vs Sheffield 3-0, Hudson-Odoi Beri Isyarat Akan Hengkang

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Chelsea, Ethan Ampadu berselebrasi dengan Callum Hudson-Odoi di akhir laga penyisihan grup L Liga Eropa melawan PAOK Salonika di Stamford Bridge, Inggris, Kamis, 29 November 2018. Reuters/Peter Cziborra

    Pemain Chelsea, Ethan Ampadu berselebrasi dengan Callum Hudson-Odoi di akhir laga penyisihan grup L Liga Eropa melawan PAOK Salonika di Stamford Bridge, Inggris, Kamis, 29 November 2018. Reuters/Peter Cziborra

    TEMPO.CO, Jakarta - Callum Hudson-Odoi menyumbangkan satu gol pada laga Chelsea vs Sheffield Wednesday di ajang Piala FA dini hari tadi. Pasca pertandingan dia pun buka suara soal masa depannya di Stadion Stamford Bridge.

    Hudson-Odoi mencetak gol kedua Chelsea pada laga itu. Menerima umpan panjang dari Mateo Kovacic, pesepakbola berusia 18 tahun tersebut berhasil mengelabui satu pemain belakang Sheffield sebelum melepaskan tembakan yang menembus gawang Keiren Westwood pada menit ke-64.

    Meskipun mampu mencetak satu gol pada laga itu, Hudson-Odoi tak bisa memastikan apakah dia akan bertahan atau tidak di Stamford Bridge. Dia menyatakan bahwa dirinya hanya bisa bekerja keras.

    "Saya tak tahu (Apakah akan bertahan di Chelsea)," ujarnya dalam wawancara dengan media BBC.

    Dia juga tak mau berkomentar soal hubungannya dengan Bayern Munchen. Klub raksasa asal Jerman tersebut kabarnya telah mengajukan tawaran kepada Chelsea dan Hudson-Odoi pun meminta agar dirinya dijual.

    "Saya tak bisa berbicara (soal hubungannya dengan Bayern Munchen). Saya hanya bisa terus bekerja keras dan anda tak akan tahu apa yang akan terjadi," ujarnya.

    Media Sky Sports menyatakan bahwa Bayern Munchen telah mengajukan proposal senilai 35 juta pound sterling untuk Callum Hudson-Odoi. Namun hingga kini Chelsea tampak masih enggan menjual salah satu pemain muda terbaiknya itu.

    SKY SPORTS| BBC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.