Manchester United Vs Burnley 2-2, Ini Kesalahan Solskjaer

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Burnley Ashley Barnes berhasil menjebol gawang Manchester United saat bertanding dalam Liga Primer Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, 29 Januari 2019. Reuters/Jason Cairnduff

    Pemain Burnley Ashley Barnes berhasil menjebol gawang Manchester United saat bertanding dalam Liga Primer Inggris di Old Trafford, Manchester, Inggris, 29 Januari 2019. Reuters/Jason Cairnduff

    TEMPO.CO, JakartaManchester United gagal meraih sembilan kemenangan beruntun di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer setelah ditahan imbang Burnley 2-2 pada laga dini hari tadi. Solskjaer dianggap terlalu mengambil resiko dengan pemilihan pemainnya.

    Pada laga dini hari tadi, Solskjaer kembali mengubah susunan pemainnya. Alih-alih memainkan formasi 4-3-3 atau 4-4-2 yang sudah terbukti berhasil pada delapan laga sebelumnya, Solskjaer menerapkan formasi 4-1-4-1.

    Yang lebih mengejutkan, Solskjaer tak memainkan Jesse Lingard yang performanya tengah menanjak dalam beberapa laga terakhir. Posisi pemain serba bisa ini digantikan oleh pemain muda Andreas Pereira.

    Itu adalah laga pertama Pereira dalam empat bulan terakhir untuk Manchester United.

    Keputusan itu terbukti sebuah kesalahan setelah Pereira disebut sebagai biang keladi terjadinya gol pertama Burnley pada menit ke-51.

    Pemain Burnley, Jack Cork mencuri bola dari kaki pemain asal Brasil itu sebelum melepaskan umpan kepada Ashley Barnes yang menjebol gawang David de Gea.

    Kesalahan kedua adalah dengan tak mengantisipasi permainan bola silang Burnley. Padahal, pada musim ini Manchester United dinilai memiliki kelemahan di sektor itu. Lebih dari 50 persen gol yang terjadi ke gawang mereka berasal dari skema permainan bola silang dan bola mati.

    Gol kedua Burnley membuktikan hal itu. Dengan absennya Eric Bailly, Victor Lindelof tampak kesulitan mengawal para pemain Burnley di kotak penalti. Duetnya dengan Phil Jones dianggap belum padu.

    Hal lain yang menjadi catatan bagi Solskjaer adalah karena dia memainkan Marcus Rashford sebagai sayap kiri. Hal itu tak lepas dari pola permainan yang digunakan dengan mengandalkan satu penyerang tunggal. Sayangnya, Solskjaer lebih memilih Romelu Lukaku untuk mengisi posisi itu.

    Padahal Rashford terbukti lebih efektif bermain sebagai penyerang tengah. Dari lima gol yang telah dia ciptakan pada delapan laga sebelumnya Rashford selalu berposisi sebagai penyerang tengah.

    Di sisi lain, Lukaku terbukti tak bisa berperan banyak ketika dia dibiarkan sendirian di lini depan. Dia membutuhkan tandem untuk mengalihkan perhatian lini pertahanan lawan kepadanya.

    Upaya Solskjaer memasukkan Lingard dan Alexis Sanchez serta mendorong Rashford lebih ke tengah dinilai telat karena Burnley telah unggul 2-0 terlebih dahulu. Mereka pun dinilai beruntung karena Victor Lindelof mampu menyamakan kedudukan pada masa perpanjangan waktu.

    Hasil imbang itu membuat Manchester United kini kembali tertinggal dari Arsenal di klasemen Liga Inggris. Sebelumnya kedua tim sama-sama mengumpulkan 44 angka. Namun kini Arsenal unggul dua angka karena berhasil menundukkan Cardiff City 2-1.

    MANCHESTER EVENING NEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.