Mauricio Pochettino: Tottenham Hotspur, Coutinho, dan Mesin Cuci

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Tottenham Hotspur mengalahkan Watford 2-1 pada pekan ke-24 Liga Primer Inggris, Rabu atau Kamis dinihari, 31 Januari 2019. Manajer Tottenham, Mauricio Pochettino, lantas mengatakan adalah penting untuk tersenyum lagi, setelah timnya tersingkir pada Piala Liga Inggris dan Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA). Kemenangan itu membawa Tottenham masih aman di peringkat ketiga liga.

    Hari Rabu, 30 Januari 2019, juga menandai masa lima tahun sejak Liverpool memenangkan persaingan dengan Southampton untuk mendapatkan pemain gelandang serang dari Brasil, Phillipe Countinho, dari Inter Milan di Seri A Liga Italia. Saat itu Mauricio Pochettino masih menangani Southampton.

    Penampilan Coutinho yang mengesankan selama dipinjamkan ke Espanyol sudah cukup meyakinkan the Reds untuk mendatangkan Phillippe Coutinho dengan harga 8,5 juta pound sterling atau sekitar Rp 155,98 milar. Meski, Philippe Coutinho jarang bermain di Seri A.

    Adalah manajer Tottenham Hotspur sekarang, Mauricio Pochettino, yang membangkitkan kembali penampilan Countinho, ketika sedang menangani Espanyol. Tapi, hubungan akrab tersebut tidak menjamin urusan transfer. Pelatih asal Argentina ini gagal membawa Philippe Countiho ke Southampton.

    Pochettino, manajer hebat yang masih berusia 46 tahun itu, memang mengawali debutnya di Liga Inggris bersama Southampton. Lantas pada 6 Januari 2018, Coutinho menerima pinangan Barcelona dengan harga transfer yang tinggi 142 juta pound sterling kepada Liverpool.

    Dan, Mauricio Pochettino, masih menghadapi persoalan yang sama, meski sudah pindah ke klub yang lebih besar, Tottenham Hotspur, yaitu dana untuk pembelian pemain dan penerimaan dari penjualan pemain yang tidak berlebih.

    “Dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool memiliki investasi uang yang besar. Saya butuh sebuah mesin pencetak uang untuk seperti mereka,” kata Pochettino.

    “Tapi, karena sejumlah pertimbangan keadaan di sini (Tottenham), kami mencoba memproduksi sejumlah pemain muda dengan masa depan cerah, seperti Harry Kane, Dele Alli, Eric Dier, Kieran Trippier, atau Harry Winks,” mantan pemain bek Espanyol dari Argentina ini melanjutkan.

    “Dalam kasus ini, Liverpool membutuhkan seorang bek, mereka mendapatkan (Virgil) Van Dijk. Mereka butuh kiper, siapa yang terbaik? Alisson!” kata Mauricio Pochettino lagi.

    Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, sudah membuat manajemen timnya membelanjakan uang 140 juta pound sterling untuk membeli bintang baru sejak Coutinho pergi.

    Sementara Tottenham gagal membeli pemain manapun pada musim panas lalu dan kemungkinan tidak menambah skuadnya dalam bursa transfer Januari 2019 yang segera berakhir.

    Pochettino musim lalu “hanya” membelanjakan uang 36 juta pound untuk mendapatkan Davinson Sanchez, 25 juta pound untuk Lucas Moura, dan 22,5 juta buat Serge Aurier.

    “Saat ini, Tottenham belum mendapatkan tingkat itu. Jadi, ketika kami tidak membeli mesin cuci, kami mendapatkan pengering yang dapat melakukan pekerjaan yang sama. Alih-alih sofa, kami mendapatkan kursi tempat kami bisa duduk,” kata Maurico Pochettino. “Itulah perbedaan di antara Tottenham Hotspur dan tim-tim lain untuk membangun kemenangan,” Mauricio Pochettino melanjutkan.

    LIVERPOOL ECHO | ESPN SOCCERNET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.