Rekor Ole Gunnar Solskjaer Belum Diapresiasi, Neville Skeptis?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 11 tahun berada di Manchester United saat menjadi pemain, menjadi salah satu penyebab Ole Gunnar Solskjaer belum terkalahkan sejak melatih di Manchester United. REUTERS/Scott Heppell

    11 tahun berada di Manchester United saat menjadi pemain, menjadi salah satu penyebab Ole Gunnar Solskjaer belum terkalahkan sejak melatih di Manchester United. REUTERS/Scott Heppell

    TEMPO.CO, Jakarta - Ole Gunnar Solskjaer sudah membawa Manchester United tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan beruntun. Sembilan laga di antaranya adalah kemenangan. Tapi, mantan bintang dan bekas kapten Manchester United, Gary Neville, mengatakan seniornya tersebut di Setan Merah masih bekerja sangat keras untuk dipromosikan dari manajer sementara menjadi manajer tetap.

    “Saya pikir terlalu dini (untuk menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer tetap,” kata Neville, yang tampil lebih dari 600 kali di United, kepada Sky Sports.

    Sebelum Neville berkomentar dan sebelum Manchester United mengalahkan tuan rumah Leicester City 1-0 pada pekan ke-25 Liga Primer Inggris, Minggu 3 Februari, sudah beredar kabar bahwa promosi Solskjaer sebagai manajer tetap baru berani dilakukan Manchester United, jika pelatih asal Norwegia itu berhasil menyingkirkan Paris Saint-Germain pada babak 16 besar Liga Champions dalam dua kali pertemuan, periode Maret 2019.

    Pemain Liverpool, Jamie Carragher (kiri) terlibat pertikaian dengan pemain Manchester United, Gary Neville, dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, 21 Maret 2010. Michael Regan/Getty Images

    Tapi, sebenarnya, Ole Gunnar Solskjaer sudah melakukan hal istimewa di Manchester United. Ada hal yang jauh lebih penting, dari “sekadar” rekor 10 kali tak terkalahkan dan 8 di antaranya menang beruntun, yaitu Solskjaer membawa kembali Manchester United masuk lima besar klasemen setelah menekuk Leicester dan dinihari tadi Arsenal bertekuk lutut 1-3 di hadapan tuan rumah Manchester City. Pasalnya, Manchester United sudah lama terpaku di urutan keenam sejak Jose Mourinho dipecat Desember lalu.

    Tiga belas pertandingan tersisa sejak hari ini dalam liga memberikan banyak peluang buat Solskjaer untuk menapak ke atas setelah menembus batas psikologis lima besar di klasemen Liga Primer Inggris.

    Pertarungan melawan raksasa baru di Eropa, Paris Saint-Germain, dalam 16 besar Liga Champions bisa sangat berbeda dengan Liga Primer Inggris karena berlangsung dalam sistem knock-out. Kesalahan sekecil apapun bisa berakibat fatal buat pasukan Ole Gunnar Solskjaer.

    Tapi, jasa Solskjaer dalam membangun kembali suasana kondusif di Manchester United, baik di kalangan pemain, ofisial, dan direksi, setelah begitu terpuruk di bawah rezim Mourinho, mesti dicatat dan diapresiasi, dengan atau tanpa tiket ke perempat final Liga Champions Eropa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.