Manchester City Vs Arsenal 3-1, Aguero Akui Handball

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Sergio Aguero memborong gol kemenangan Manchester City atas Arsenal pada laga pekan ke-25 Liga Inggris Ahad malam kemarin. Gol ketiga Aguero sempat mendapatkan protes dari pemain Arsenal karena dia dianggap menyentuh bola dengan tangannya.

    Aguero mengakui bahwa dirinya sempat menyentuh bola dengan tangannya saat menyambut umpan Raheem Sterling tersebut. Namun dia mengaku baru mengetahui hal itu sesudah melihat rekaman ulang usai pertandingan.

    "Jujur, awalnya saya mengira bola mengenai dada saya tetapi setelah saya melihat tayangan ulang itu adalah handball, mungkin," ujarnya.

    Penyerang asal Argentina itu total telah mencatatkan 10 hat-trick bagi Manchester City. Dia kini berada di peringkat kedua daftar pencetak hat-trick terbanyak sepanjang masa Liga Inggris. Aguero hanya kalah dari Alan Shearer yang tercatat telah mencetak 11 hat-trick dalam karirnya.

    Aguero mengaku senang berhasil mencetak hat-trick ke-10 nya. Namun dia mengatakan lebih mementingkan kemenangan tim ketimbang capaian pribadi.

    "Sangat bagus saya bisa mencapai 10 hat-tricks. Tetapi lebih penting lagi kami memenangkan pertandingan, dan saya senang bisa mencetak gol," ujarnya.

    "Sangat penting kami mencetak gol cepat karena pada pertandingan lainnya saya mencetak gol setelah 25 detik pertandingan berjalan tetapi kami kalah. Tetapi hari ini saya sangat senang."

    Kemenangan tersebut membuat Manchester City kembali menjaga peluang mempertahankan gelar juara Liga Inggris yang mereka raih musim lalu. Kini Manchester City berada di posisi kedua klasemen dengan raihan 59 angka atau terpaut 2 angka saja dari Liverpool. Namun Liverpool baru akan menjalani laga pekan ke-25 pada dini hari nanti melawan West Ham.

    SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.