Vinicius Jr, Arthur Melo, Malcom, dan Masa Depan El Clasico

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Barcelona, Malcom melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey di Camp Nou, 7 Februari 2019. REUTERS/Albert Gea

    Pemain Barcelona, Malcom melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Real Madrid dalam pertandingan leg pertama semifinal Copa del Rey di Camp Nou, 7 Februari 2019. REUTERS/Albert Gea

    TEMPO.CO, Jakarta - Laga El Clasico antara Barcelona vs Real Madrid menyandang gelar sebagai laga terpanas di dunia. Bagaimana tidak, sepanjang sejarahnya perseteruan kedua kubu selalu melibatkan mega bintang sepak bola.

    Nama-nama seperti Ronaldo, Raul Gonzalez, Rivaldo, Ronaldinho, Luis Figo, Zinedine Zidane hingga Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi selalu menghiasi El Clasico dalam dua dasawarsa terakhir.

    El Clasico dini hari tadi bisa dianggap sebagai yang paling hambar. Penyebabnya tak lain karena hengkangnya Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus pada awal musim ini.

    Apalagi Lionel Messi yang menjadi bintang utama dalam panggung itu harus bermain dari bangku cadangan. Meskipun masih ada pemain terbaik dunia 2018, Luka Modric, tetapi performanya yang semakin menurun membuat dia tak bisa dianggap sebagai aktor utama dalam drama El Clasico.

    Satu hal yang menarik dari laga malam tadi adalah lahirnya calon-calon mega bintang baru yang mungkin akan menjadi aktor utama El Clasico dalam beberapa musim ke depan.

    Di kubu Barcelona, Malcom dan Arthur Melo mencuri perhatian pecinta sepak bola dengan performa apik mereka. Media-media Spanyol memuji performa Malcom selama 60 menit di lapangan.

    Pemain sayap asal Brasil itu dianggap sebagai pemain Barcelona yang paling banyak memberikan ancaman kepada Real Madrid. Malcom melengkapi performa apiknya itu dengan satu gol yang membuat laga berakhir imbang 1-1.

    Menariknya, itu adalah laga perdana Malcom di ajang El Clasico. Pada pertemuan pertama musim ini Malcom tak mendapatkan kesempatan bermain. Pelatih Barcelona, Ernesto Valverde lebih percaya kepada Rafinha Alcantara untuk mengisi sisi sayap Barcelona.

    Pemain Barcelona lainnya, Arthur Melo, juga membuat kesan tersendiri pada drama El Clasico dini hari tadi. Gelandang berusia 22 tahun itu mampu bertarung dan mengimbangi performa Luka Modric dan Toni Kroos.

    Arthur tercatat lebih banyak menguasai bola ketimbang Modric atau pun Kroos. Sepanjang 90 menit, Arthur tercatat menguasai bola sebanyak 7,1 persen sementara Modric hanya 4,5 persen dan Kroos 6,4 persen.

    Eks pemain Gremio itu juga 99 kali menyentuh si kuli bundar sementara Modric hanya 58 kali dan Kroos 83 kali. Soal akurasi umpan, Arthur pun tak kalah dengan 92 persen sementara Modric memiliki 94 persen dan Kroos 95 persen.

    Sama seperti Malcom, Vinicius Jr juga melakoni laga perdananya di ajang El Clasico. Eks penyerang Flamengo itu dinilai tampil fantastis meskipun tak mencetak gol.

    Dengan usianya yang masih 18 tahun, Vinicius menunjukkan bahwa dirinya memiliki mental baja untuk mengarungi laga akbar seperti El Clasico.

    Bek Barcelona, Gerard Pique, harus bekerja keras untuk menghalau pergerakannya. Rekan Pique, Nelson Semedo, bahkan harus mendapatkan kartu kuning untuk mencegah Vinicius memberikan ancaman lebih jauh kepada gawang mereka.

    Dengan semakin uzurnya para pemain bintang Barcelona dan Real Madrid saat ini, bukan tak mungkin Malcom, Arthur Melo, dan Vinicius Jr akan mengambil tongkat estafet aktor utama drama El Clasico dalam beberapa tahun ke depan.

    Menariknya lagi, jika mereka benar-benar menjadi bintang, maka aroma samba akan sangat kental dalam laga El Clasico karena baik Malcom, Arthur Melo maupun Vinicius Jr merupakan pesepakbola asli Brasil.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.