Persib Tak Khawatir Laga Kontra Persiwa Bakal Batal

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persib, Zalnando (kanan) dan Mario Jardel. (persib.co.id)

    Pemain Persib, Zalnando (kanan) dan Mario Jardel. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Persib Bandung tidak khawatir kalau saja pertandingan kedua babak 32 besar Piala Indonesia melawan  Persiwa Wamena kembali batal digelar. Laga itu rencananya bakal digelar di Stadion Si Jalak Harupat, pada Senin, 11 Februari 2019, mendatang.

    Sebelumnya, Persib tak jadi menjamu Persiwa Wamena pada Senin lalu lantaran tidak mendapatkan izin penggunaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Namun, kali ini kemungkinan proses perizinan berjalan lancar.

    Kemudian, ada pula informasi kalau Persiwa Wamena menolak untuk bertanding di stadion Si Jalak Harupat, lantaran merasa kecewa akibat diundurnya laga sebelumnya secara tiba-tiba. Dua hari menjelang laga dilangsungkan, Persiwa Wamena baru menerima surat pengunduran diri dari PSSI.

    "Itu urusan mereka, mereka misalnya mau main atau tidak, tapi kita tetap fokus dengan tim kita sendiri, kita fokus dengan program yang diberikan, kita fokus untuk pertandingan tanggal 11," ucap pelatih fisik Persib, Yaya Sunarya di Bandung, Kamis, 7 Februari 2019.

    Menurut Yaya, kalau saja pertandingan nanti batal digelar, maka tim pelatih sudah menyiapkan opsi lain agar pemain  Persib tetap menjalani sebuah pertandingan. Minimal, Febri Hariyadi dan kawan-kawan akan menggelar game internal sebagai pengganti pertandingan resmi.

    "Seperti kemarin ada info main tanggal 9 (Februari 2019) tenyata tak jadi, akhirnya kita ganti dengan game internal. Tentunya kita lihat nanti karena tanggal 11 masih ada beberapa hari ke depan. Kalaupun tentunya iya (Persiwa takdatang) pasti ada perubahan sebagai pengganti," ucapnya.

    Yaya mengatakan urusan kondisi fisik pemain Persib saat ini sudah tidak bermasalah dan siap menjalani laga Piala Indonesia pada Senin nanti. "Ya kita persiapkan untuk hari Senin," katanya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.