Suporter West Ham Hina Islam Pada Laga Kontra Liverpool

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pemain Liverpool, Mohamed Salah, di akhir pertandingan Liga Primer Inggris melawan West Ham United, di Stadion London, Selasa dinihari, 5 Februari 2019. Liverpool ditahan imbang West Ham, 1-1. Reuters/John Sibley

    Ekspresi pemain Liverpool, Mohamed Salah, di akhir pertandingan Liga Primer Inggris melawan West Ham United, di Stadion London, Selasa dinihari, 5 Februari 2019. Liverpool ditahan imbang West Ham, 1-1. Reuters/John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Suporter West Ham United dikabarkan melontarkan hinaan terhadap Islam pada laga kontra Liverpool Selasa kemarin. Hinaan itu dilancarkan untuk melakukan teror terhadap penyerang Liverpool, Mohamed Salah.

    Media Inggris The Guardian, menyebutkan bahwa kepolisian London dan pihak West Ham tengah melakukan investigasi terhadap kejadian yang terekam dalam video yang viral di media sosial twitter tersebut.

    Dalam video berdurasi sekitar 13 detik itu, terlihat suporter West Ham mengolok-olok Salah dan agamanya saat si pemain akan mengambil tendangan sudut.

    "Salah, kau brengsek Muslim, brengsek Muslim sialan," begitu bunyi suara yang terekam dalam video tersebut.

    Lembaga anti diskriminasi sepak bola Inggris, Kick It Out, mengutuk kejadian tersebut. Mereka pun mendesak aparat kepolisian dan pihak West Ham melakukan investigasi untuk menyelidiki siapa pelaku tindakan tersebut.

    Kepolisian London menyatakan hingga saat ini mereka masih belum mengetahui identitas pelaku. Mereka pun menghimbau kepada siapa pun yang menyaksikan secara langsung saat pelaku melakukan umpatan untuk melapor kepada aparat kepolisian.

    "Belum ada penahanan dan kami terus melakukan penyelidikan," bunyi pernyataan resmi Kepolisian Metro London tersebut.

    Pihak West Ham menyatakan bahwa mereka tengah bekerja bersama dengan aparat kepolisian. Mereka kini tengah memeriksa rekaman CCTV di area tempat perkara itu kemungkinan terjadi. Mereka juga berjanji tak akan mentolerir semua bentuk diskriminasi yang terjadi.

    "Kami memiliki kebijakan non-toleransi kepada semua bentuk kekerasan atau perilaku kasar. Kami adalah klub sepak bola yang inklusif," bunyi pernyataan resmi West Ham.

    "Terlepas dari usia, ras, agama atau kepercayaan, perkawinan atau kemitraan sipil, kehamilan atau kehamilan, jenis kelamin, orientasi seksual, penugasan kembali gender atau kecacatan, semua orang disambut hangat di Stadion London."

    Mereka juga menyatakan akan memberikan identitas pelaku kepada aparat kepolisian untuk diproses secara hukum jika mereka telah menemukannya. Selain itu, si pelaku juga akan mendapatkan hukuman larangan memasuki Stadion London seumur hidup.

    "Tak ada tempat bagi pelaku seperti itu di stadion kami," kata West Ham.

    Inggris diketahui sebagai salah satu negara yang sangat serius dalam menangani masalah diskriminasi dalam sepak bola. Musim ini saja, setidaknya telah dua orang suporter - suporter Chelsea dan suporter Tottenham - yang ditahan oleh kepolisian karena melakukan tindakan rasisme.

    Laga West Ham United vs Liverpool sendiri berakhir dengan hasil imbang 1-1. Gol Sadio Mane pada menit ke-22 dibalas oleh Michail Antonio enam menit berselang.

    GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.