Persib Bandung Vs Persiwa, Polisi Gelar Lomba buat Bobotoh

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suporter atau bobotoh Persib Bandung. (antara)

    Suporter atau bobotoh Persib Bandung. (antara)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polres Bandung menyelenggarakan sejumlah lomba untuk Bobotoh terkait dengan pertandingan laga leg kedua babak 32 besar Piala Indonesia 2018 yang mempertemukan Persib Bandung kontra Persiwa Wamena di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

    "Lomba yang pertama ialah tagline pada spanduk yang akan dibawa Bobotoh ke Stadion. Lomba yang kedua adalah lomba yel-yel dan koreo," kata Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan melalui Kasatlantas AKP Hasby Ristama, di
    Bandung, Jumat.

    Baca: Hadapi Persiwa, Pelatih Persib Tak Siapkan Adu Penalti

    Menurut dia, dengan dilaksanakan berbagai lomba tersebut diharapkan bisa mengurangi ujaran kebencian dari suporter bola yang satu kepada tim lainnya.

    "Tujuannya untuk menghilangkan kalimat-kalimat rasis yang tentunya ini akan meningkatkan motivasi maupun semangat bagi Persib kembali menjadi juara," katanya.

    "Kita ingin kalimat-kalimat yang dulunya anarkis itu berubah jadi santun, jadi masing-masing suporter akan menampilkan hal positif," lanjut dia.

    Baca: Jadwal Bola: Ini Hasil Undian Babak 16 Besar Piala Indonesia

    Sementara itu, Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan mengimbau kepada bobotoh yang menyaksikan pertandingan untuk tidak membawa benda tajam, senjata api ke Stadion Si Jalak Harupat.

    "Mari kita tertib pada saat berangkat maupun pulang, kita melewati jalan raya mohon taati peraturan lalu lintas," kata Indra.

    Indra mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah hadiah untuk Bobotoh yang menjadi juara pada lomba tersebut "Kalau untuk suporter tertib kita siapkan berupa sepeda, untuk tulisan kreatif kita sudah siapkan dalam bentuk uang Rp 1 juta, Rp 750 ribu, dan Rp 500ribu," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.