Kembali Terserang Kanker, Kondisi Ibu Ronaldo Sangat Serius

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cristiano Ronaldo, berfoto dengan ibunya, Dolores Aveiro, dan putranya, Cristiano Ronaldo Jr. dalam pemutaran film

    Cristiano Ronaldo, berfoto dengan ibunya, Dolores Aveiro, dan putranya, Cristiano Ronaldo Jr. dalam pemutaran film "Ronaldo," di London, 9 November 2015. Putra Ronaldo saat ini telah berusia lima tahun. REUTERS/Stefan Wermuth

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibunda Cristiano Ronaldo, Dolores Aveiro, didiagnosa menderita kanker payudara untuk kedua kalinya. Kini ia mengaku tengah 'berjuang untuk hidupnya'.

    Dolores sudah menjalani pengangkatan kanker payudara pada 2007. Namun tindakan medis itu tak membuat kanker itu sirna. Ia kini harus kembali berjuang mengalahkan penyakit tersebut.

    Baca: Sudah Punya Putri, Ronaldo dan Georgina Belum Berniat Menikah

    "Saya sudah menjalani operasi pada payudara yang lain di Madrid, saya juga menjalani radioterapi dan kini berjuang untuk hidup saya," kata Dolores pada televisi Portugal, seperti dikutip Daily Mail.

    Dolores tidak menyebutkan kapan operasi kedua itu dia lakukan. Dia memilih merahasiakannya, termasuk pada orang terdekatnya. "Tidak ada yang tahu soal yang kedua itu," kata dia.

    Baca: Pulang ke Argentina, Pacar Cristiano Ronaldo Kehilangan Ayahnya

    Kondisi ibunya tersebut sebelumnya telah membuat Ronaldo tergerak untuk memberi perhatian pada pemulihan pasien kanker. Pada 2009, pemain Juventus itu menyumbang 100.000 pound sterling (Rp 1,8 miliar) untuk mengembangkan fasilitas kanker di rumah sakit Madrid. Kabarnya, rumah sakit tersebutlah yang jadi tempat ibunya menjalani operasi pertama.

    Ronaldo juga menjadi salah satu penyumbang terhadap lembaga nirlaba Portuguese League Against Cancer di kampung halamannya, Madeira.

    DAILY MAIL | SPUTNIKNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.