Mauricio Pochettino, Beckham, Zidane, dan Isu Lobi Madrid

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Liverpool, Juergen Klopp berjabat tangan dengan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino sebelum bertanding dalam lanjutan Barclays Premier League di White Hart Lane, Inggris, 17 Oktober 2015. Liverpool menggantungkan harapannya pada Klopp setelah 25 tahun lamanya tidak merasakan gelar trofi Liga Primer Inggris. Action Images via Reuters/John Sibley

    Pelatih Liverpool, Juergen Klopp berjabat tangan dengan pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino sebelum bertanding dalam lanjutan Barclays Premier League di White Hart Lane, Inggris, 17 Oktober 2015. Liverpool menggantungkan harapannya pada Klopp setelah 25 tahun lamanya tidak merasakan gelar trofi Liga Primer Inggris. Action Images via Reuters/John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino, menegaskan acara makan malamya di restoran yang sama dengan David Beckham dan Zinedine Zidane pekan ini adalah suatu kebetulan dan tidak ada hubungannya dengan isu negosiasi pelatih asal Argentina ini untuk pindah ke Real Madrid.

    Gambar Pochettino berhasil direkam juru foto pada Selasa malam lalu, ketika meninggalkan sebuah restoran di London, pada saat yang hampir bersamaan dengan mantan dua bintang Real Madrid tersebut. Sebagai mantan pemain Madrid, Beckham dan Zidane menghabiskan waktu bersama-sama tiga tahun dan memenangi Piala Super Spanyol di  Bernabeu.

    Sukses Pochettino di Spurs membuat pelatih muda berusia 46 tahun ini dikabarnyak diminati banyak klub besar di Eropa, termasuk Manchester United dan Real Madrid, yang sama-sama akan menetapkan manajer tim mereka yang permanen sebelum awal musim 2019-2020.

    Tapi, manajer Spurs itu mengatakan, “Saya bersama Jesus (Perez, asisten manajer Spurs) dan orang lain. Kami bertiga. Kami kebetulan bertemu dengan yang anda tahu (Beckham dan Zidane) dan itu adalah sejarah. Kami cuma mengucapkan halo, karena kebetulan bersama di sana. Tapi, kemudian cerita itu muncul dan bagaimana anda menghentikannya?”

    “Ini adalah faktanya. Kami hampir selesai (acara makan malam) pada saat yang bersamaan. Ia datang kepada saya dan bilang halo. Kami berbincang dua menit dan kemudian berpisah,” Pochettino melanjutkan.

    Setelah beberapa kali Spurs nyaris juara di bawah asuhan Pochettino, kini mereka juga kembali berada di persaingan teratas mendekati akhir musim.

    Tiga kemenangan terakhir membawa Spurs hanya berada lima poin di belakang Manchester City dan Liverpool sampai sebelum pertandingan Sabtu, 9 Januari 2019.

    “Kami ada di sana, urutan ketiga dalam klasemen,” kata Mauricio Pochettino tentang harapan timnya meraih gelar. "Buat kami memburu kemenangan pada pertandingan Minggu adalah usaha keterlibatan kami untuk berada di jalur persaingan juara sampai akhir,” mantan pemain bek Espanyol di La Liga Spanyol ini melanjutkan.

    SKY SPORTS | SOCCERNET


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.