Persija Jakarta Berencana Lepas Saham ke Publik

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Persija Jakarta Kokoh Alfiat (kedua dari kiri) saat konferensi pers di Hotel Century Atlet, Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019. Foto TEMPO/Aditya Budiman.

    Direktur Utama Persija Jakarta Kokoh Alfiat (kedua dari kiri) saat konferensi pers di Hotel Century Atlet, Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019. Foto TEMPO/Aditya Budiman.

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub sepak bola Persija Jakarta berencana melepas saham kepemilikan ke publik. Upaya menjadi perusahaan terbuka yang melantai di Bursa Efek Indonesia itu disampaikan oleh Direktur Utama Persija Kokoh Alfiat.

    Menurut Kokoh, rencana perusahaan melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) ditargetkan pada akhir tahun ini. "Persija ada program besar. Tahun ini berencana masuk bursa saham," kata dia dalam konferensi pers di Hotel Century, Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019.

    Manajemen mempunyai alasan yang jelas tentang wacana IPO. Kokoh menuturkan ke depan tim berjuluk Macan Kemayoran harus tumbuh menjadi perusahaan yang lebih maju dan besar. Menurut dia, salah satu syarat agar perusahaan yang bernama lengkap PT Persija Jaya Jakarta maju ialah dengan menjadi transparan.

    Dengan menjadi perusahaan terbuka, lanjutnya, akan ada banyak pihak yang mengawasi kerja Persija. "Kalau Persija pengelolaannya dilakukan seperti sekarang jadi susah (maju)," ucap Kokoh.

    Selain itu, kata Kokoh, dengan melantai di pasar modal Persija bakal mempunyai dana atau pembiayaan yang jelas. "Seperti sekarang kompetisi masih jauh, kandang pun away maka klub perlu dukungan sehat," kata dia.

    Bila aksi korporasi benar-benar terwujud, Kokoh menyatakan, terbuka bagi investor mana pun untuk memiliki saham Persija Jakarta. Ia berharap rencana tersebut mendapat dukungan penuh dari pecinta Persija. "Kami berharap Persija bisa jadi contoh," ucapnya.

    Lebih lanjut, dari sisi komposisi pemegang saham saat ini Kokoh enggan menyebutkan. Menurut dia, bila IPO Persija terealisasi maka komposisi pemegang saham bakal terlihat.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.