Liga Champions Asia, Ini Strategi Persija Untuk Hadapi Newcastle

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak. ANTARA

    Pemain Persija Jakarta, Riko Simanjuntak. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaPersija Jakarta akan menghadapi klub asal Australia, Newcastle Jets, pada putaran kedua babak play-off Liga Champions Asia pada Selasa mendatang. Skuad Persija telah tiba di Australia pada Ahad 10 Februari 2019.

    Pemain sayap Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, menyatakan dia dan rekan-rekannya tak gentar menghadapi Newcastle Jets yang lebih diunggulkan dari mereka. Menurut dia, Pelatih Ivan Kolev sudah memberikan mereka strategi khusus untuk laga itu.

    "Pelatih kami sudah memberitahukan beberapa hal tentang lawan termasuk postur tubuh mereka yag bagus. Namun, kami memiliki kecepatan dan itu akan dimaksimalkan dalam pertandingan nanti," ujar Riko, dikutip dari laman Persija di Jakarta, Minggu.

    Permainan sayap dengan mengandalkan kecepatan Riko tampaknya akan kembali diandalkan oleh Kolev. Strategi tersebut terbukti ampuh pada laga putaran pertama play-off ketika mereka menundukkan klub asal Singapura, Home United dengan skor 3-1.

    Pada laga itu, Riko menorehkan dua assist untuk gol Alberto Goncalves dan Marko Simic. Selain Riko, Persija juga memiliki pemain sayap lainnya yang juga memiliki kecepatan mumpuni seperti Rezaldi Hehanusa.

    Riko menyatakan Persija akan mencoba untuk mengulangi strategi serupa kala melawan Newcastle Jets di Australia. Dia pun yakin mereka memiliki peluang yang cukup besar untuk memenangkan laga itu.

    "Kami harus percaya diri. Kami harus yakin mampu bersaing," tutur Riko.

    Jika berhasil menumbangkan Newcastle Jets, Persija akan melanjutkan perjalanan ke babak kedua play-off Liga Champions Asia 2019. Mereka akan menantang klub Jepang Kashima Antlers. Laga tersebut akan menentukan siapa yang berhak lolos ke putaran final Liga Champions Asia 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.