Levante Lepas Emmanuel Boateng ke Dalian, Cina

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Barcelona, Andres Iniesta, melewati hadangan pemain Levante, Emmanuel Boateng dalam pertandingan Liga Spanyol di Stadion Ciutat de Valencia, 13 Mei 2018.  REUTERS/Heino Kalis

    Gelandang Barcelona, Andres Iniesta, melewati hadangan pemain Levante, Emmanuel Boateng dalam pertandingan Liga Spanyol di Stadion Ciutat de Valencia, 13 Mei 2018. REUTERS/Heino Kalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyerang asal Ghana, Emmanuel Boateng, hampir dipastikan bergabung dengan Dalian Yifang, salah satu klub Liga Super China (CSL), pada musim kompetisi tahun ini. Demikian berita dari media resmi Cina, Senin, 11 Februari 2019. Penyerang berusia 22 tahun itu diboyong dari klub La Liga Spanyol, Levante, dengan nilai transfer sekitar 11 juta euro atau sekitar Rp 175 miliar.

    Boateng yang dikontrak Levante senilai 2 juta euro dari klub Portugal Moreirense pada 2017 sudah tidak masuk dalam dalam daftar skuad klub La Liga itu saat bertanding melawan Alaves pada Senin malam waktu Spanyol.

    Koran Superdeporte yang berkantor pusat di Valencia, Spanyol, menurunkan foto Boateng saat berada di bandar udara Valencia.

    Foto itu menerangkan bahwa dia dalam perjalanan pemeriksaan medis sebagai prasyarat penandatanganan kontrak dengan klub Cina tersebut selama tiga tahun dengan nilai kontrak 3 juta euro per tahun.

    Transfer tersebut mengindikasikan Boateng sebagai pemain kedua termahal yang dijual Levante.

    Bahkan transfer Boateng tersebut agak sedikit mahal dibandingkan dengan transfer kiper Keylor Navas dari Levante ke Real Madrid, namun lebih rendah dari transfer Jefferson Lerma senilai 28 juta euro ke klub Liga Primer Inggris, Bournemouth.

    Boateng telah menunjukkan dirinya sebagai penyerang yang rajin dan pekerja keras, namun tidak produktif saat berlaga di La Liga karena hanya mencetak enam gol dari 25 kali penampilannya di Levante pada musim lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.