Pelatih PSG Berharap Manchester United Bermain Terbuka

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchester United Romelu Lukaku melepaskan tendangannya di hadapan dua pemain Valencia Ezequiel Garay dan Gabriel Paulista (kanan) dalam penyisihan grup H Liga Champions di Old Trafford Stadium di Manchester, Inggris, 2 Oktober 2018. (AP Photo/Jon Super)

    Penyerang Manchester United Romelu Lukaku melepaskan tendangannya di hadapan dua pemain Valencia Ezequiel Garay dan Gabriel Paulista (kanan) dalam penyisihan grup H Liga Champions di Old Trafford Stadium di Manchester, Inggris, 2 Oktober 2018. (AP Photo/Jon Super)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih PSG, Thomas Tuchel, mengharapkan laga kontra Manchester United pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions Rabu dini hari nanti berjalan dengan seru. Dia berharap Manchester United akan bermain offensif seperti yang akan mereka peragakan.

    Meskipun akan tampil tanpa Neymar Jr dan Edinson Cavani, Tuchel menyatakan bahwa timnya akan tetap bermain terbuka. Karena itu, dia berharap Manchester United pun akan bermain sama seperti mereka.

    "Saya berharap tim Manchester United yang bermain sangat ofensif. Kami harus berada di level terbaik kami untuk menghadapi mereka," ujarnya pada konferensi pers menjelang pertandingan.

    Tuchel mengakui bahwa Manchester United saat ini berbeda dengan tim yang masih ditangani Jose Mourinho sebelum Desember lalu. Menurut dia, menghadapi Manchester United yang sedang dalam performa terbaiknya saat ini merupakan tantangan besar bagi PSG.

    "Mereka sangat berbeda sejak Desember lalu. Mereka bermain dengan kepercayaan diri, mencetak banyak gol dan mereka selalu dapat unggul terlebih dahulu."

    "Mereka sedang dalam performa terbaiknya dan menghadapi mereka dalam momen seperti ini merupakan tantangan terbesar yang bisa anda dapatkan."

    Laga babak 16 besar Liga Champions antara Manchester United vs PSG akan berlangsung pada pukul 03.00 WIB dan disiarkan secara langsung oleh RCTI.

    UEFA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.