Bursa Transfer: PSS Sleman Incar Mantan Pemain Timnas Argentina

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSS Sleman, Ichsan Pratama. (liga-indonesia.id)

    Pemain PSS Sleman, Ichsan Pratama. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Tim Super Elang Jawa PSS Sleman tak mau tak hanya pasif menerima tawaran agen untuk mendapatkan pemain asing yang mereka inginkan untuk memperkuat musim kompeitis Liga 1 2019.

    Manajemen PSS Sleman menyatakan saat ini juga tengah mengincar seorang pemain berdarah Argentina untuk mengisi slot gelandang serang. Dia adalah mantan pemain tim nasional Argentina U-17, Brian Ferreira, 24 tahun.

    “Kami masih komunikasi dengan agen Brian, belum tahu kapan dia datang ke Sleman tapi yang jelas belum bisa main bersama PSS saat lawan Borneo FC baik leg pertama atau kedua,” ujar Manajer PSS Sleman Retno Sukmawati, Selasa 12 Februari 2019.

    PSS Sleman bakal menghadapi babak 16 besar Piala Indonesia melawan Borneo FC pada tanggal 15 dan 20 Februari 2019 nanti.

    Brian sendiri tercatat merupakan mantan pemain Johor Darul Takzim Malaysia dan kadang diturunkan untuk mengisi posisi sayap kanan dan kiri.Brian sempat bermain 12 kali untuk klub Premier B Liga Cilei, Caquimbo Unido. Retno menuturkan, Brian kebetulan memiliki dua paspor, paspor Argentina dan paspor Asia.

    Retno mengakui tak gampang untuk menggaet pemain asing, terutama yangbelum pernah bermain di Liga Indonesia. Kesulitan itu lebih soal urusan administrasi. “Pemain asing itu lebih disiplin, untuk persyaratan mendatangkannya kami juga harus hati-hati,”  ujarnya.

    Selain membidik sejumlah pira asing untuk melengkapi skuadnya, tawaran sejumlah agen pemain luar juga terus berdatangan. Terakhir, manajemen PSS Sleman sempat mendapat tawaran dari agen pemain tim nasional Polandia yang ingin pemainnya menjalani uji coba. "Dari Polandia mau coba trial, ya kami persilakan. Tapi, kami masih komunikasi dengan pelatih," ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.