Kata Manajer Persija Soal Marko Simic yang Disidang di Australia

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Persija Jakarta Marko Simic. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pemain Persija Jakarta Marko Simic. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer tim Persija Jakarta Marsma TNI Ardhi Tjahjoko mengatakan tindakan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh penyerang Marko Simic masih sekedar tuduhan.

    "Benar memang ada 'tuduhan' terjadi tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Simic. Namun demikian, kami dan seluruh penumpang di dalam pesawat tidak ada yang menyaksikan kejadian tersebut. Jadi masih sekadar tuduhan," ujar Ardhi, dikutip dari keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa.

    Baca: Kronologi Kasus Pelecehan yang Bikin Simic Disidang di Australia

    Ardhi menegaskan Persija menghormati seluruh proses hukum yang dijalankan oleh pemerintah Australia terhadap Simic.

    Saat ini, dia melanjutkan, pihaknya masih menunggu perkembangan kasus Simic dari aparat hukum Australia. "Penyelidikan tengah dilakukan pihak berwajib dam kami sangat menghormati itu," tutur dia.

    Marko Simic saat ini dalam keadaan sangat baik dan diturunkan dalam laga kualifikasi kedua Liga Champions Asia 2018 menghadapi tuan rumah Newcastle Jets pada hari ini, Selasa (12/2).

    Marko Simic sempat dibawa ke kantor polisi pada Minggu (10/2), setelah Polisi Federal Australia (AFP) di Bandara Sydney menangkapnya atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan dalam pesawat dari Bali menuju Sydney, Australia.

    Marko Simic, asal Kroasia, dilepaskan dengan jaminan dan telah menjalani persidangan di Pengadilan Lokal Downing Centre, Sydney, Selasa (12/2), beberapa jam sebelum dirinya menjalani pertandingan.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.