Manchester United Vs PSG, Mana yang Lebih Menguntungkan Pasar?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - “Ketika undian 16 besar (Liga Champions), Paris Saint-Germain (PSG) adalah favorit. Sekarang kami bisa mengalahkan siapa pun,” kata Manajer Sementara Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menyambut duel MU Vs PSG di Old Traffor, dinihari nanti, Rabu 13 Februari 2019, pada pertemuan pertama 16 besar Liga Champions.

    Dengan sebelas kali beruntun tak terkalahkan, 10 di antaranya adalah kemenangan, wajah Manchester United berubah drastis di bawah asuhan Solskjaer, setelah berwajah murah di tangan Jose Mourinho.

    Di luar urusan pertandingan di lapangan, faktanya memang Manchester United masih lebih menjual di pasar dibandingkan PSG, sampai tahun lalu.

    Tahun lalu, Manchester United masih mendominasi perolehan uang, meskipun pendapatan klub-klub raksasa Eropa lainnya juga meningkat.

    Nilai merek Manchester United telah meningkat 9% menjadi hanya di sedikit di bawah 1,65 miliar euro pada 2018.

    Hal itu menurut laporan dari perusahaan pemeringkat kredit global DBRS, seperti yang dikutip Irish Examiner, pada 9 Oktober 2018, yang melakukan eksplorasi mendalam tentang aliran pendapatan utama klub sepakbola, yaitu dari penyiaran, komersial, dan hari pertandingan, serta dampaknya terhadap biaya pemain yang berkembang dan profitabilitas klub.

    Laporan itu menemukan Manchester United, Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munich adalah empat klub yang menghasilkan pendapatan terbesar di Eropa. Semua dihitung dari penjualan komersial sebagai penghasil pendapatan utama mereka.

    Adapun Paris Saint-Germain, yang sampai tahun lalu masih berada di luar empat besar, memiliki pengikut di media sosial yang telah meningkat 30% sejak kedatangan Neymar dengan nilai transfet 222 juta euro. Penjualan barang dagangan klub PSG pun meningkat sebesar 78%.

    “Dalam lingkungan para penggemar, terutama di pasar internasional, mereka sering kurang terikat loyalitas klub secara tradisional. Mereka mengikuti bintang dari klub ke klub. Mereka dipandang tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pelanggan, daya tarik ikon yang dapat dipasarkan tersebut kepada sponsor dengan jelas, ” kata laporan DBRS.

    Bagaimana dengan nilai pasar Paul Pogba Vs Kylian Mbappe, dua bintang dalam pergelaran “teater” di Theatre of Dreams dinihari nanti?

    Gelandang Manchester United dan Prancis, Paul Pogba, dinobatkan sebagai atlet olahraga paling laku di dunia untuk 2018.

    Pemain berusia 25 tahun itu berada di puncak daftar yang disusun oleh SportsPro, sebagaimana dikutip situs 90min.com, setelah upayanya di Rusia musim panas 2018. Itu adalah saat Pogba membantu Les Bleus meraih gelar Piala Dunia kedua dalam sejarah negara itu.

    Pogba, yang berada di urutan ketiga dalam edisi 2017, berada di depan pemenang tahun lalu, petinju Anthony Joshua, yang harus puas di tempat kedua. Sedangkan rekan senegaranya asal Prancis, Kylian Mbappe, finis di urutan ketiga.

    Satu-satunya pemain sepak bola lain yang masuk sepuluh besar adalah penyerang Tottenham Harry Kane. Ia  berada di urutan keenam, dengan membawa Inggris mencapai semifinal Piala Dunia dan pemenang Sepatu Emas turnamen dengan enam gol.

    Paul Pogba yang mengambil gelar sebagai atlet paling laku di dunia. Ia telah menjadi tokoh ikon dalam olahraga baik di dalam maupun di luar lapangan. Pengikutnya 28,3 juta dan 5,77 juta di Instagram dan Twitter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?