Liga Champions Asia: Ditekuk Newcastle Jets, Persija Tersingkir

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persija Jakarta. Antara

    Persija Jakarta. Antara

    TEMPO.CO, JakartaPersija Jakarta gagal melaju ke babak utama Liga Champions Asia. Tim Macan Kemayoran itu dikalahkan klub Australia, Newcastle Jets, dengan skor 3-1 dalam laga kualifikasi kedua di Stadion Mc Donalds Jones, Newcastle, Australia, Selasa, 12 Februari 2019.

    Marko Simic yang tengah terlilit kasus hukum di Australia--disidang karena kasus pelecahan seksual--tetap tampil sebagai starter di laga ini. Ia berpartner dengan Beto Goncalves dan Riko Simanjuntak di lini depan.

    Baca: Kronologi Kasus Pelecehan yang Bikin Simic Disidang di Australia

    Mampu mengimbangi dan menahan lawan di babak pertama, Persija kebobolan di babak kedua. Gawang Andrytany Ardhiyasa dijebol Ronald Vargas pada menit ke-49. Tim asuhan Ivan Kolev itu lantas membalas pada menit ke-72 lewat gol Ramdani Lestaluhu.

    Skor 1-1 bertahan hingga babak reguler 90 menit usai. Pertandingan pun berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Pada menit ke-101, Persija kembali ketinggalan. Gawang Macan Kameyoran bobol oleh gol Nigel Boogaard. Keunggulan Newcastle Jets itu bertambah oleh gol Mathew Ridenton pada menti ke-20.

    Susunan Pemain

    Newcastle Jets: Glen Moss-pg, Nigel Boogard (kapten), Ben Kantarovski, Steven Ugarkovic, Dimi Petratos, Roy O'Donovan, Ronald Vargas, Kaine Sheppard, Daniel Georgievski, Johnny Koutroumbis, Nikolai Topor-Stanley.

    Baca: Kata Manajer Persija Soal Marko Simic yang Disidang di Australia

    Persija: Andritany Ardhiyasa-pg, Ismed Sofyan (kapten), Maman Abdurrahman, Ryuji Utomo, Dany Saputra, Sandi Sute, Ramdani Lestaluhu, Yan Pieter Nasadit, Riko Simanjuntak, Alberto Goncalves, Marko Simic.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.