Aaron Ramsey: Pemain Langganan Cedera, Luput dari Perhatian Juve?

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain Arsenal, Aaron Ramsey saat berebut bola dengan pemain Chelsea, N'Golo Kante dalam laga Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Sabtu, 18 Agustus 2018. REUTERS

    Aksi pemain Arsenal, Aaron Ramsey saat berebut bola dengan pemain Chelsea, N'Golo Kante dalam laga Liga Inggris di Stamford Bridge, London, Sabtu, 18 Agustus 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu yang bisa luput dari perhatian dari antusiasme suporter Juventus yang begitu tinggi terhadap kedatangan Aaron Ramsey, yaitu riwayat cedera pemain playmaker dan gelandang box-to-box Wales ini di Arsenal.

    Pada saat ini, masalah cedera hamstring dan betis menjadi perhatian utama buat Aaron Ramsey. Tapi, pada usia 28 tahun, ada banyak optimisme bahwa Ramsey tidak perlu terlalu banyak berada ruang tunggu fisioterapi untuk menyembuhkan cederanya.  

    Farhad Sadhikov penyelenggara Juve Podcast mengatakan kepada  Bleacher Report tentang Aaron Ramsey. “Cederanya mengkhawatirkan, tapi kami telah membeli pemain yang rentan cedera sebelumnya, seperti (Sami) Khedira, dan mereka tetap mampu sehat sampai sekarang.”

    "Juve memiliki tim fisio yang hebat dan pusat medis di tempat itu. Mereka secara konsisten menyembuhkan para pemain jauh dari jadwal yang ditargetkan. Jadi, lebih dari itu, saya sangat gembira dengan penandatanganan ini,” Farhad melanjutkan.

    “Dari apa yang saya lihat tentang Arsenal dan pertandingan Wales, saya benar-benar menyukai gerak kaki, kreativitas, dan tembakannya yang tidak dapat diprediksi. Juventus  terbiasa memiliki lini tengah kreatif yang kuat, yang telah terkuras dalam beberapa musim terakhir sejak (Andrea) Pirlo, (Paul) Pogba, dan (Claudio) Marchisio pergi," kata Farhad.

    Tonton: Resmi ke Juventus, Gaji Aaron Ramsey Tertinggi Sepanjang Masa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.