Pelatih PSS Sleman Diperiksa Satgas Antimafia Sepak Bola

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Sepakbola Brigjen Polisi Khrisna Murti mendatangi kediaman eks striker PS Mojokerto Putra Krisna Adi Darma di Sleman, Yogya Rabu (9/1). Tempo/Pribadi Wicaksono

    Wakil Ketua Satgas Anti Mafia Sepakbola Brigjen Polisi Khrisna Murti mendatangi kediaman eks striker PS Mojokerto Putra Krisna Adi Darma di Sleman, Yogya Rabu (9/1). Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Sleman - Jelang laga lanjutan Piala Indonesia babak 16 besar antara PSS Sleman kontra Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda pada 15 Februari 2019, pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro diperiksa Satgas Antimafia Sepak Bola Mabes Polri, Rabu 13 Februari 2019.

    Seto mengatakan pihaknya diperiksa Satgas Anti Mafia Bola kurang lebih delapan jam, mulai pukul 09.00 -17.00 WIB. Adapun materi pemeriksaan sebanyak 20 pertanyaan seputar dugaan pengaturan skor antara laga PSS versus Madura FC Liga 2 Indonesia musim 2018 lalu.

    "Kemarin (Rabu) diperiksa Satgas (di Jakarta), soal pertandingan PSS vs Madura (FC), ada 20 pertanyaan (yang diberikan penyidik),” ujar Seto saat dikonfirmasi Kamis 14 Februari 2019.

    Sejak 11 Januari 2019 lalu, Satgas Antimafia Bola telah menaikkan status kasus dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Liga 2 antara Madura FC melawan PSS Sleman menjadi penyidikan.

    Indikasi pengaturan skor antara PSS Sleman dan Madura FC menyeruak pasca Manajer Madura FC Januar Herwanto mengungkap dugaan pengaturan skor yang dilakukan salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat. Hal tersebut diungkapkanya dalam acara talk show Mata Najwa yang disiarkan televisi swasta November 2018.

    Saat itu, Januar mengatakan bahwa Hidayat mengajak Madura FC melakukan pengaturan skor saat pertandingan Liga 2 2018 melawan PSS Sleman. Januar saat itu mengaku dijanjikan uang ratusan juta rupiah.

    Seto menuturkan, dari pemeriksaan pertama atas dirinya itu, ia bakal kembali dipanggil Satgas Antimafia pada 12 Maret 2019 nanti. Namun untuk keperluan menyerahkan dokumen dirinya selaku pelatih dan dokumen klub PSS Sleman.

    "Jadwalnya 12 Maret 2019 (dipanggil Satgas Antimafia lagi), hanya menyerahkan data saja," ujar Seto.

    Seto mengaku tak masalah dengan pemeriksaan Satgas atas dirinya sebagai upaya untuk mengungkap praktik kotor dalam dunia sepakbola tanah air yang tengah menjadi sorotan itu.

    “(Pemeriksaan) ini tentunya menjadi sesuatu yang positif untuk perkembangan sepakbola Indonesia lebih baik ke depan," ujar pelatih asal Kalasan Sleman itu.

    Selain Seto, eks manajer PSS Sleman Sismantoro juga turut diperiksa di hari yang sama. Namun Seto mengaku tak mengetahui apa materi pemeriksaan yang diberikan Satgas untuk Sismantoro. "Iya, bareng (Sismantoro). Tapi materinya apakah sama dengan saya atau tidak, tidak tahu," ujarnya.

    Seto sendiri dijadwalkan akan mendampingi anak asuhnya, PSS Sleman, untuk menjalani laga perdana babak 16 besar melawan Borneo FC pada Jumat besok 15 Februari 2019 di Samarinda.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.