Diperiksa Satgas Antimafia Bola, Ini Kata Eks Manajer PSS Sleman

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSS Sleman melakukan selebrasi kemenangan setelah mengalahkan Semen Padang  pada laga final Liga 2 2018 di Stadion Pakansari,  Bogor, Selasa, 4 Desember 2018. Dalam laga tersebut PSS Sleman menjadi juara Liga 2 Indonesia. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    Pemain PSS Sleman melakukan selebrasi kemenangan setelah mengalahkan Semen Padang pada laga final Liga 2 2018 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa, 4 Desember 2018. Dalam laga tersebut PSS Sleman menjadi juara Liga 2 Indonesia. ANTARA/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Manntan Manajer PSS Sleman Sismantoro memenuhi panggilan Satgas Antimafia Sepak Bola Mabes Polri, Rabu 13 Februari 2019.

    Sismantoro diperiksa sebagai saksi terkait dugaan penyuapan  dalam pertandingan PSS Sleman melawan Madura FC musim kompetisi 2018 silam.

    Sismantoro diperiksa oleh Satgas Antimafia pada hari yang sama dengan pemeriksaan kepada pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. Seto mengaku diperiksa selama delapan jam, sedangkan Sismantoro mengaku diperiksa lebih cepat.

    “Saya diperiksa cepat (oleh Satgas), nggak sampai dua jam dari jam 11.00 WIB, hanya ditanya kaitannya (dugaan pengaturan skor) dengan Hidayat (eks Exco PSSI),” ujar Sismantoro saat dikonfirmasi Kamis 14 Februari 2019.

    Sismantoro menuturkan dalam pemanggilan oleh Satgas Anti Mafia itu, pihaknya dipertemukan juga dengan Hidayat. “Saya diperiksa sebagai saksi dugaan penyuapan saat PSS Sleman melawan Madura FC, tanggal 2 Mei 2018 dulu,” ujar Sismantoro.

    Indikasi pengaturan skor antara PSS Sleman dan Madura FC menyeruak pasca Manajer Madura FC Januar Herwanto mengungkap dugaan pengaturan skor yang dilakukan salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hidayat. Hal tersebut diungkapkannya dalam acara talk show Mata Najwa yang disiarkan televisi swasta November 2018.

    Sejak 11 Januari 2019 lalu, Satgas Antimafia Bola telah menaikkan status kasus dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Liga 2 antara Madura FC melawan PSS Sleman menjadi penyidikan.

    Sismantoro menuturkan dalam pemeriksaan itu pihaknya mengaku telah berterus terang dan mengungkap semua kepada penyidik Satgas Anti Mafia.

    “Saya ungkapan apa saja yang saya tahu, bahwa saya tidak mengenal Pak Hidayat, dan saya juga tidak tahu menahu (soal dugaan suap pengaturan skor),” ujarnya.

    “Dalam pemeriksaan itu, Pak Hidayat kan juga ditanya (oleh penyidik),’Tahu tidak siapa manajer PSS Sleman, dia jawab tidak kenal’,” ujarnya.

    Sismantoro menuturkan, dalam pemeriksaan yang berbarengan dengan Hidayat itu, ia mengaku diperbolehkan pulang lebih dulu oleh penyidik. “Saat saya sudah boleh pulang, pak Hidayat masih diperiksa,” ujarnya.

    Sismantoro mengungkapkan ia sendiri secara pribadi mendukung penuh langkah Satgas Anti Mafia Bola yang tengah menyelidiki dugaan pengaturan skor antara PSS versus Madura FC 2018 silam.

    “Saya mendukung langkah (pengusutan kasus dugaan skor) itu, agar sepakbola Indonesia makin professional, lebih maju dan baik lagi,” ujarnya.

    Sismantoro menuturkan atas pemeriksana pertamanya itu, ia masih harus kembali lagi menghadap Satgas Anti Mafia guna keperluan menyerahkan dokumen pengangkatan dirinya sebagai manajer PSS Sleman. “Saya masih harus menyerahkan SK (Surat keputusan) pengangkatan sebagai manajer saja, kebetulan kemarin (saat diperiksa) saya lupa bawa,” ujarnya.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Puncak Gunung Everest Mencair, Mayat Para Pendaki Tersingkap

    Akibat menipisnya salju dan es di Gunung Everest, jenazah para pendaki yang selama ini tertimbun mulai tersingkap. Ini rincian singkatnya.