Transfer Pemain Liga 1: Bhayangkara FC Rekrut Gelandang Brasil

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bhayangkara FC. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

    Bhayangkara FC. (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

    TEMPO.CO, Bekasi - Bhayangkara FC menyatakan sudah mendatangkan pemain asing baru asal Brasil. Pemain yang belum diungkap identitasnya itu berposisi sebagai gelandang, menggantikan Paulo Sergio Goncalves yang hijrah ke Bali United.

    "Pemain itu sekarang lagi mengurus perpanjangan paspor," ujar Direktur Teknik Bhayangkara FC, Yeyen Tumena kepada Tempo, Jumat, 15 Februari 2019.

    Menurut Yeyen, pemain tersebut dijadwalkan tiba di Indonesia pada pekan depan, jika kebutuhan administrasinya telah selesai. Karena itu, ketika melawan PSIS Semarang di Piala Indonesia leg pertama pada Selasa pekan depan, pemain tersebut belum bisa main.

    "Tapi, kami sudah mendaftarkan untuk leg 2," ujar Yeyen.

    Bergabungnya satu pemain asing di Bhayangkara FC membuat klub tersebut semakin lengkap. Kini, manajemen masih mencari satu lagi slot yang tersisa. Slot itu diproyeksikan untuk posisi striker. Sebelumnya, klub yang diasuh oleh Angel Alfredo Vera telah mengikat pemain belakang Anderson Salles.

    Bhayangkara FC ditinggal tiga pemain asingnya pada musim 2019. Ketiganya adalah Vladimir Vujovic yang memilih pensiun, kemudian Paulo Sergio yang merupakan pemain terbaik Liga 1 2017 memilih pindah ke Bali United, sedangkan di posisi penyerang ditinggal Elio Martin.

    Manajer Bhayangkara FC, Ajun Komisaris Besar Sumardji mengatakan cukup berhati-hati dalam memilih pemain, apalagi setelah bergabungnya Angel Alfredo Vera menggantikan Simon McMenemy yang ditunjuk melatih Timnas Indonesia. "Saya, coach, direktur teknik terus berdiskusi untuk memenuhi slot pemain asing," ujar dia.

    Hal ini bukan tanpa alasan, sebab manajemen menargetkan Bhayangkara FC menjadi kampiun Liga 1 musim 2019 atau target minimal finis di peringkat ketiga. Sejumlah pemain lokal ternama telah didatangkan seperti Ilham Udin Armayin dari Selangor FA.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.