Krzysztof Piatek, Permata Baru AC Milan yang Terus Berkilau

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain AC Milan, Krzysztof Piatek. (beinsports.com)

    Pemain AC Milan, Krzysztof Piatek. (beinsports.com)

    Ketajaman Piatek membuat Milan tak rugi. Mereka membeli pemain ini dari Genoa, pada 23 Januari lalu, dengan harga 35 juta euro (Rp 559 miliar). Ia didatangkan untuk menggantikan Gonzalo Higuaín yang bergabung dengan Chelsea.

    Baca: Klasemen Liga Italia Setelah AC Milan Tekuk Atalanta

    Kecemerlangan yang dia tunjukkan musim ini tak hanya jadi berkah buat Genoa dan Milan. Polandia juga berharap banyak padanya. Kini Piatek dijuluki sebagai Lewandowski Baru.

    Sebelum bergabung dengan Milan, Piatek pernah mencatatkan namanya dalam buku sejarah sebagai pemain Genoa pertama yang selalu mencetak gol dalam enam pertandingan awal musim secara beruntun. Tidak ada debutan setajam dirinya di Seri A, sejak Karl Aage Hansen di Atalanta pada musim 1949/50.

    Piatek, yang lahir pada tanggal 1 Juli 1995, mengakui sudah menjadi fans beratnya Milan sejak kecil. “Saya adalah penggemar Milan sejak kecil dan impian saya adalah untuk bermain di sini. Hanya duduk di sini di sebelah legenda seperti Maldini dan Leonardo adalah suatu kehormatan besar," ucapnya seperti dilansir Football Italia.

    Piatek lahir di Zieroniów, Polandia. Ia memulai karier bolanya di klub lokal Dziewitka Dzieroniów sejak 2006. Pada 2014 ia pindah ke klub lebih besar, Zagbie Lubin.

    Ketajaman bersama Lubin membuat klub Polandia lain, Cracovia, meninangnya. Pada musim kedua ia mencetak 21 gol buat klub ini, membuat Genoa kepincut padanya.

    Di Timnas Italia kiprahnya belum banyak. Ia sempat masuk skuad sementara untuk Piala Dunia 2018, tapi termasuk dari 12 pemain yang dicoret. Ia melakukan debutnya pada 11 September 2018 dalam laga persahabatan melawan Iralandia yang berakhir 1-1. Gola buat timnas ia cetak dalam laga keduanya, saat melawan Portugal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.