PSSI Bantah Piala Presiden Jadi Ajang Politik

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Arema FC yang juga Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, menjawab pertanyaan awak media seusai diperiksa penyidik selama tujuh jam, di Gedung KPK, Jakarta, 11 Oktober 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    CEO Arema FC yang juga Kepala Staf Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, menjawab pertanyaan awak media seusai diperiksa penyidik selama tujuh jam, di Gedung KPK, Jakarta, 11 Oktober 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia membantah bila Piala Presiden jadi ajang politik praktis. Ketua Pelaksana Piala Presiden Iwan Budianto menegaskan turnamen tersebut bukan kali pertama digelar, tapi sudah tiga kali.

    Oleh sebab itu, ia menyatakan, tidak ada unsur politik apa pun di turnamen Piala Presiden. "Ini murni (sebagai ajang) persiapan tim di Liga 1 Indonesia," kata Iwan saat undian Piala Presiden di Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.

    Iwan menuturkan pelaksanaan Piala Presiden sengaja digelar sebelum kompetisi Liga 1 Indonesia dan Liga 2 Indonesia bergulir. Menurut dia, Piala Presiden merupakan kesempatan bagi klub untuk menjajal skuat baru sebelum kompetisi resmi bergulir.

    Sebanyak 20 tim yang terdiri dari seluruh peserta Liga 1 Indonesia dan dua klub dari Liga 2 Indonesia akan meramaikan Piala Presiden. Turnamen akan digelar pada 2 Maret hingga 12 April 2019.

    Pertandingan antara Persib Bandung melawan Tira Persikabo dipastikan menjadi partai pembuka turnamen Piala Presiden 2019. Pertemuan keduanya akan berlangsung di Stadion Jalak Harupat, Bandung pada Sabtu, 2 Maret 2019.

    Sebelumnya, pengamat sepak bola dari Save Our Soccer Akmal Marhali menilai federasi terlalu mengutamakan turnamen Piala Presiden. Pasalnya, masih ada turnamen Piala Indonesia yang masih bergulir sejak dari tahun lalu. "Ada yang wajib (Piala Indonesia) tapi malah mengerjakan yang sunah (Piala Presiden)," kata dia.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.