Bertemu Jokowi, Indra Sjafri Ungkap Beda Juara AFF U-19 dan U-22

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan dengan Timnas U-22 di Istana Merdeka, Jakarta, 28 Februari 2019. Tempo/Friski Riana

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan dengan Timnas U-22 di Istana Merdeka, Jakarta, 28 Februari 2019. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional, Indra Sjafri, sudah dua kali mengantarkan tim nasional Indonesia juara di Piala AFF. Indra mengantar Timnas U-19 juara pada 2013 lalu membawa Timnas U-22 menjuarai Piala AFF pada Selasa malam, 26 Februari 2019.

    Baca: Presiden Jokowi Beri Tiap Pemain Timnas U-22 Bonus Rp 200 Juta

    Indra menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo mengenai perbedaan keberhasilannya itu. "Ini trofi kedua bagi saya Pak. Tapi ada perbedaan. Tahun 2013 juara AFF U-19, tidak dipanggil ke Istana, tapi hari ini dipanggil, terima kasih banyak," kata Sjafri di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.

    Pelatih Timnas U-22, Indra Sjafri (tengah) bersama tim ofisial Indonesia dan para pemain menyapa para pendukung Timnas Indonesia di Kamboja. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Secara pribadi, Sjafri menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan Jokowi untuk dirinya dan Timnas U-22. Ia mengatakan ada dua ajang penting yang kini menjadi tugas selanjutnya, yaitu Piala AFC dan SEA Games. "AFC kalau lolos menentukan kita kualifikasi Olimpiade. Setelah itu SEA Games dari 1991 belum dapat medali emas. Atas izin Allah akan kita wujudkan. Terima kasih Bapak," ujarnya.

    Baca: Timnas U-22 Diterima Jokowi, Marinus Curhat Soal Jalan di Sarmi

    Sjafri juga mengapresiasi langkah Jokowi yang telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Dalam Inpres yang diterbitkan pada 25 Januari lalu itu, Jokowi menginstruksikan 12 kementerian, Kapolri, dan seluruh Gubernur dan Bupat atau Walikota untuk mengambil langkah peningkatan prestasi sepakbola. Baik di level nasional ataupun internasional. 

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.