Tekuk PSG dan Lolos ke 8 Besar, Ini Sejarah Manchester United

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester United, Romelu Lukaku, merayakan gol. (twitter/@optajoe)

    Pemain Manchester United, Romelu Lukaku, merayakan gol. (twitter/@optajoe)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester United mempertahankan peluangnya di Liga Champions League setelah meraih kemenangan 3-1 yang menganggumkan melawan Paris Saint-Germain pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, dinihari tadi, Kamis 7 Maret 2019.  

    The Red Devils kalah 0-2 pada pertemuan pertama di Stadion Old Traffrod, Manchester. Tapi, mereka menampilkan permainan gemilang di Parc des Princes saat melawan juara Liga 1 Prancis itu.

    Manchester United memimpin 2-1 dan tendangan penalti penyerang Marcus Rashford yang dramatis karena terjadi pada injury time atau waktu tambahan setelah 90 menit, mengirim pasukan  Ole Gunnar Solskjaer lolos ke babak perempat final berkat gol tandang, dalam posisi agregat 3-3.

    Manchester United berhasil mencapai babak perempat final Liga Champions untuk pertama kali sejak 2014.

    Ini juga untuk pertama kali dalam sejarah Liga Champions, bahwa ada sebuah tim yang maju ke babak berikutnya setelah kalah dua gol atau lebih di kandang pada pertemuan pertama.

    Padahal, dengan banyaknya pemain yang cedera,  United diperkirakan akan kewalahan ketika bermain di ibukota Prancis. Tapi, kenyataannya mereka sudah unggul hanya dua menit setelah pertandingan dimulai. Hal itu terjadi setelah penyerang United asal Belgia, Romelu Lukaku, menjebol gawang Gianluigi Buffon. PSG berusaha segera bangkit dengan mendominasi penguasaan bola dan mengkreasi sejumlah peluang, sebelum Juan Bernat menyamakan kedudukan, dengan memanfaatkan kesalahan yang dilakukan Eric Bailly.

    Pada menit ke-30, Lukaku kembali membuat United unggul dengan memanfaatkan bola muntah dari penguasaan kiper Buffon setelah menghadang tembakan jarak jauh Rashford.

    Angel Di Maria menyamakan kedudukan lagi setelah jeda babak pertama. Tapi, golnya dianulir wasit karena berada dalam posisi  offside. PSG terus berusaha menekan United sampai tim tamu mendapat hadiah karena Presnel Kimpembe menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak penalti timnya, PSG.

    Penyerang Inggris, Rashford, mengeksekusi tendangan penalti itu dnegan baik dan menjebol gawang Buffon, 3-1. “Saya sebenarnya tidak yakin dengan anak-anak ini untuk melakukannya,” kata legenda Manchester United, Rio Ferdinand, kepada BT Sport.  

    Ole Gunnar Solskjaer melakukan keberanian dengan menurunkan tiga pemain yang berusia kategori rema di lapangan. Tapi, merekalah yang membuat Manchester United begitu bertenaga di lapangan.

    “Mereka mendapat kepercayaan diri. Ole membawa kembali keyakinan ke dalam tim ini. Orang-orang meragukan  Lukaku. Ia salah satu orang yang mendapat sebuah kehidupan baru. Saya pikir itu tidak penalti. Tapi, sebagai seorang bek, anda bisa dihukuam karena hal-hal seperti itu. Ini penampilan dan hasil yang mengesankan,” kata Rio Ferdinand, legenda Manchester United.

    METRO.CO.UK | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?