Manchester United di Paris bak Mission Impossible, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchester United, Marcus Rashford melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang PSG melalui titik penalti dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 7 Maret 2019. Manchester United lolos ke perempatfinal setelah menang gol tandang.  Action Images via Reuters/John Sibley

    Penyerang Manchester United, Marcus Rashford melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang PSG melalui titik penalti dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 7 Maret 2019. Manchester United lolos ke perempatfinal setelah menang gol tandang. Action Images via Reuters/John Sibley

    TEMPO.CO, Jakarta - Manchester United menjalani tugas layaknya para peran pemain film televisi terkenal, Misssion Impossible, di kandang Paris Saint-Germain, Stadion Parc des Princes, dinihari tadi, Kamis 7 Maret 2019, pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa. Pasalnya, pada pertemuan pertama di Old Trafford, United dikalahkan PSG 2-0.

    Belum pernah ada tim yang bisa lolos di Liga Champions setelah kalah dua gol atau lebih pada partai kandang, tapi di bawah asuhan manajer sementara Ole Gunnar Solskjaer, United mampu melakukannya dengan mengalahkan PSG 3-1 dinihari tadi, sehingga Setan Merah lolos ke perempat final untuk pertama kali sejak 2014 berkat keunggulan gol di tandang dalam kedudukan agregat 3-3. Rome Lukaku memborong dua gol pada menit kedua dan 30, Marcus Rashford mengeksekusi hadiah penalti pada injury time, menit ke-90+4. Juan Bernat memperkecil kekalahan PSG menit ke-12.  

    Dengan begitu banyaknya pemain teras yang cedera dan Paul Pogba yang terkena skorsing, Solskjaer menempuh mission impossible itu dengan menurunnkan kuartet gelandang Diogo Dalot, Scott McTominay, Andreas Pereira, dan  Fred.

    Adapun para pemain remaja, yaitu  Tahith Chong, Angel Gomes, Brandon Williams, dan James Garner yang rata-rata berusia di bawah usia 23 tahun masuk dalam skuad inti, sebagian main sebagai pemain pengganti.

    Susunan pemain Manchester United saat mengalahkan PSG 3-1:

    1 De Gea;

    3 Bailly (diganti Dalot pada menit ke-36), 12 Smalling,  2 Lindelof, 23 Shaw/ kena kartu kuning menit 90;

    18 Young (Greenwood menit 87), 39 McTominay, 17 Fred, 15 Pereira (Chong, 80);  

    9 Lukaku, 10 Rashford.

    Cadangan tak main: Rojo, Romero, Garner, dan Gomes.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.