Sukses Ajax Amsterdam, Sumber Inspirasi Manchester United

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyerang Manchester United, Marcus Rashford mencetak gol ke gawnag PSG melalui titik penalti dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 7 Maret 2019. REUTERS/Christian Hartmann

    Penyerang Manchester United, Marcus Rashford mencetak gol ke gawnag PSG melalui titik penalti dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, 7 Maret 2019. REUTERS/Christian Hartmann

    TEMPO.CO, Jakarta - Ole Gunnar Solskjaer mengungkapkan ia berbicara tentang sukses Ajax Amsterdam menyingkirkan Real Madrid, sebelum memimpin Manchester United mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG) 3-1 di Parc des Princes, Paris, dinihari tadi, 7 Maret 2019.

    Tim asuhan Solskjaer yang berjuluk Red Devils itu menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions Eropa yang bisa terus melaju ke babak berikutnya, setelah kalah dua gol atau lebih di kandang pada pertemuan pertama.

     Juara bertahan Liga 1 Prancis, PSG, menang 2-0 pada pertemuan pertama babak 16 besar Liga Champions di Old Trafford, tiga pekan lalu. Tapi, berkat kepahlawanan Romelu Lukaku dengan dua golnya dalam babak pertama dan tendangan penalti Marcus Rashford pada injury time, menit ke-90+4, membawa klub Liga Primer Inggris ini menembus babak perempat final Liga Champions untuk pertama kali sejak 2014. Dalam kedudukan agregat 3-3, United yang berhak menang karena jumlah gol mereka di partai tandang.  

    Sehari sebelumnya di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Ajax Amsterdam menumbangkan juara bertahan, Real Madrid, 4-1, setelah anak-anak Amsterdam ini kalah 1-2 di Johan Cruyff Arena. Ajax lolos ke perempat final dengan keunggulan agregat 5-3.

    Berbicara tak lama setelah pertandingan usai,  Solskjaer bilang, “Itulah Liga Champions. Itulah apa yang terjadi di sana. Real Madrid dan Ajax menjadi pembicaraan kami.”

    “Itu yang mungkin mereka (PSG) dulu lakukan. Tahun lalu, anda tahu Real Madrid dan Juventus begitu dekat (untuk saling menyingkirkan). Tahun sebelumnya, Paris (Saint-Germain) melawan  Barca,” Solskjaer melanjutkan.

    Tanpa 10 pemain utama,  Romelu Lukaku membawa Manchester United sudah unggul 1-0 ketika pertandingan baru berjalan dua menit, dengan memanfaatkan kesalahan fatal dari kiper  Gianluigi Buffon dan para beknya.

    PSG menyamakan kedudukan melalui Juan Bernat sebelum Lukaku kembali membuat Manchester United ungggul, juga dengan memanfaatkan rentetan kesalahan yang tak biasa dilakukan kiper selegendaris Buffon.

    Meski ketinggalan 1-2, PSG masih dalam posisi untuk lolos ke perempat final karena dua gol tandang mereka di Old Trafford. Tapi, datanglah keajaiban injury time itu sekali lagi buat Manchester United setelah final Liga Champions 1999, melalui tendangan penalti Marcus Rashford pada menit ke-90+4.

    METRO.CO.UK | SKY SPORTS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapolri Keluarkan 11 Langkah dalam Pedoman Penerapan UU ITE

    Kepala Kepolisian RI Jenderal atau Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan pertimbangan atas perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU ITE.